Lompat ke konten
Selasa, 13 Oktober 2026
Breaking
KemanusiaanKesehatan

Tahun 2050 Satu Miliar Orang Akan Terkena Penyakit Osteoartritis

Armin Mandika2 menit baca
Bagikan
Tahun 2050 Satu Miliar Orang Akan Terkena Penyakit Osteoartritis
Ilustrasi penderita osteoarthritis.(mitrakeluarga.com)

PRIORITAS, 13/10/26 (Sydney): Diproyeksikan pada tahun 2050 akan ada satu miliar orang di seluruh dunia hidup dengan osteoartritis meningkat dari sekitar 600 juta pada tahun 2023.  

Memang sampai saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan atau memperlambat penyakit ini, sehingga para peneliti menyerukan kebijakan kesehatan yang lebih kuat untuk mengatasi beban disabilitas global yang terus meningkat, menurut pernyataan yang dirilis pada hari Senin oleh Universitas Curtin Australia.

Sebagaimana peta jalan kebijakan kesehatan global yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet bertepatan dengan Hari Artritis Sedunia itu disusun oleh kelompok peneliti internasional yang dipimpin Universitas Curtin.

Adapun dokumen tersebut menyebutkan bahwa osteoartritis masih kurang mendapat perhatian dalam kebijakan kesehatan di berbagai negara. Penanganannya juga kerap belum terintegrasi secara memadai ke dalam layanan kesehatan untuk penyakit kronis, sementara pengobatan dan pencegahannya masih tidak konsisten dan sering kali tidak tepat.

Sesuai Peta jalan tersebut menyerukan kepada pemerintah untuk mengakui osteoartritis sebagai penyakit kronis utama, meningkatkan akses ke perawatan berbasis bukti, berinvestasi dalam pencegahan dengan menangani kelebihan berat badan dan cedera sendi. Peta jalan itu juga mendorong integrasi layanan osteoartritis dengan layanan penanganan penyakit kronis dan rehabilitasi yang lebih luas.

"Osteoartritis menghadapi masalah persepsi. Di masyarakat, penyakit ini kerap dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan, sehingga dipandang sebelah mata, sementara pilihan penanganannya dianggap terbatas," ungkap penulis utama laporan itu, Profesor Andrew Briggs dari Universitas Curtin.

Sementara itu Profesor Lyn March, salah satu penulis senior dari Kolling Institute di Australia, mengatakan bahwa beban disabilitas global yang disebabkan oleh osteoartritis meningkat sebesar 65 persen selama periode 1990 hingga 2023.

Sehingga para peneliti memperingatkan bahwa meningkatnya angka obesitas, penuaan populasi, dan meningkatnya kasus cedera sendi diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan jumlah kasus dalam beberapa dekade mendatang.(P-*/am)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami