PRIORITAS, 23/8/26 (Bogor): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat (Jabar) sedang bersiap merealisasikan proyek infrastruktur besar. Pembangunan jalan layang Bojonggede-Kemang (Bomang) kini disiapkan untuk membuka akses transportasi langsung bagi masyarakat dari arah Bojonggede, Kemang, hingga Parung menuju pusat pemerintahan di Cibinong.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan proyek strategis ini ditargetkan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun 2027. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menyambungkan jalur Bomang dengan Jalan Tegar Beriman.
"Tahun 2027, Flyover Bomang akan mulai dibangun sehingga terhubung sampai simpang empat Bomang," ujar Rudy dalam keterangan tertulisnya di Bogor, Sabtu (22/8/26), dilansir dari Antara Minggu (23/8/26).
Perlintasan kereta
Bupati menjelaskan, selama ini akses mobilitas warga di wilayah tersebut kerap terhambat oleh perlintasan sebidang rel KRL Commuter Line rute Bogor-Jakarta. “Hadirnya jalan layang ini diproyeksikan menjadi solusi jitu guna mengatasi keterpisahan ruas jalan akibat lintasan kereta tersebut,” kata Rudy Susmanto.
Ia menambahkan, jika proyek tersebut rampung, warga dari wilayah barat Kabupaten Bogor seperti Parung tidak perlu lagi memutar jauh via Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun melintasi kawasan Sentul hanya untuk menuju ke Cibinong.
Berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED), proyek berkendara bebas hambatan perlintasan kereta ini diperkirakan menelan anggaran hampir Rp150 miliar.
Bupati Bogor menyaebutkan, sebelum alat berat turun ke lapangan, Pemkab akan berfokus menyelesaikan tiga tahapan krusial, yaitu penetapan lokasi (penlok), proses penaksiran nilai tanah (appraisal), dan pembebasan lahan warga.
Masuk daftar 10 proyek strategis
Guna mempercepat proses fisik, proyek Flyover Bomang dimasukkan dalam daftar 10 proyek strategis yang akan menggunakan mekanisme tender dini pada akhir tahun 2026.
"Ada sekitar 10 pekerjaan yang akan kita lakukan tender dini pada tahun ini untuk pelaksanaan tahun anggaran 2027," tambah Rudy.
Rudy melanjutkan, sebagai langkah awal pratingkat sebelum jembatan layang didirikan, Pemkab Bogor menargetkan penyelesaian dua jembatan penghubung utama di ruas jalan Bomang, yakni Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan.
Dijelaskan, Jembatan Sitanggerang diproyeksikan menjadi jembatan terpanjang di sepanjang jalur Bomang. Sementara Jembatan Pesanggrahan disiapkan sebagai penguat jaringan jalan menuju titik utama proyek flyover.
Penataan PKL Parung dan Sentra Pasar Ikan
Tak hanya membangun jalan, Pemkab Bogor juga mengintegrasikan proyek ini dengan penataan kawasan niaga Parung, termasuk penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL). Dikatakan, langkah tersebut diambil agar pertumbuhan infrastruktur jalan, linier dengan peningkatan ekonomi warga lokal.
Disampaikan, pemerintah daerah telah mengunci lahan seluas dua hektare di sekitar pasar eksisting. Area tersebut disiapkan sebagai lokasi relokasi pedagang sekaligus rencana pembangunan pasar ikan modern yang terintegrasi.
"Kami tidak ingin niat baik pemerintah membangun justru mematikan usaha yang sudah ada. Semua harus ditata bersama agar berdampak positif bagi ekonomi masyarakat," pungkas Rudy. (P-Ant/hdt)








