Joe Biden melemah akibat kanker mulai menyebar, Donald Trump sedih mendengarnya dan mendoakan kesembuhan

Selvijn MJR
Minggu, 9 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 9/8/26 (Greenville, Wilmington, Delaware, Amerika Serikat): Hunter Biden mengatakan, kanker yang diderita ayahnya mengalami metastasis lebih lanjut. Bahkan kanker prostat yang diderita Joe Biden (Presiden AS tertua) kini disebut telah menyebar hingga ke tulang.


Hunter Biden menyampaikan itu dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini, dilansir AFP Minggu (9/8/26).

Sebagaimana diketahui, pada Mei 2025 atau empat bulan setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden tertua yang pernah menjabat, Biden mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kanker prostat agresif yang telah menyebar ke tulang-tulangnya.

Biden kemudian menjalani pengobatan termasuk radiasi dan terapi hormon. Pria berusia 83 tahun itu lalu mengatakan, pengobatannya berjalan “sangat baik”.


Ketika itu, pada Mei 2025, dari Washington DC, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dirinya “sedih” saat mendengar kabar soal pendahulunya, mantan Presiden Joe Biden, didiagnosis menderita kanker prostat yang agresif. Trump, yang berulang kali mencemooh Biden, ketika itu mendoakan Presiden ke-46 AS ini agar lekas sembuh.

“Melania dan saya bersedih mendengar tentang diagnosis medis terbaru Joe Biden,” kata Trump dalam pernyataannya via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, ketika itu.

Menyebar meskipun telah menjalani pengobatan

Terkini, putra Biden dalam wawancara yang dipublikasikan BBC Newsnight, mengatakan bahwa penyakit ayahnya telah menyebar meskipun telah menjalani pengobatan.

“Kankernya telah menyebar, mengalami metastasis ke tulang-tulangnya dan bagian tubuh lainnya,” kata Hunter Biden lagi.

Hunter juga mengungkap ayahnya masih beraktivitas meski lemah dan merasa kesakitan. Namun ia mengaku merasa berat melihat kondisi orang tuanya yang menyedihkan.

“Rasanya sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, namun ia tetap beraktivitas. Ia tetap menjalani kegiatannya… ia sangat meyakini negara ini.”

Tampak Hunter Biden tampak emosional di beberapa momen selama wawancara saat membahas kondisi kesehatan ayahnya.

“Sungguh sangat berat dan sangat menyedihkan melihat kondisinya,” lanjutnya.

Presiden AS tertua sepanjang sejarah

Namun, terlepas dari pertanyaan yang terus muncul mengenai kesehatannya sebagai presiden AS tertua sepanjang sejarah, Biden-yang saat itu berusia 81 tahun-tetap memutuskan untuk mencalonkan diri kembali pada tahun 2024.

Lalu, setelah penampilan debat yang buruk saat melawan Donald Trump pada Juni 2024 di pencalonan keduanya, dan adanya gelombang tekanan dari Partai Demokrat, Biden akhirnya mundur dari pemilihan presiden.

Kemudian Trump mengalahkan kandidat pengganti Biden, yakni Wakil Presiden saat itu, Kamala Harris.

Trump dan Biden yang merupakan rival politik selama Pilpres AS tahun lalu, selalu terlibat perdebatan sengit dan saling melemparkan serangan verbal.

Bahkan beberapa waktu lalu, Biden mengkritik kebijakan pemerintahan Trump yang disebutnya memicu kerusakan dan banyak kehancuran dengan cepat di AS.

Juga ketika masa kepresidenan Trump memasuki 100 hari, Biden mengkritik perubahan kebijakan dalam negeri dan luar negeri AS secara besar-besaran di bawah Trump. Dia bahkan menyebut Trump “tidak berperilaku seperti seorang presiden dari Partai Republik”.

Sementara Trump, dalam beberapa pernyataannya, menyalahkan serangkaian kebijakan pada era Biden yang disebutnya memperlemah AS.

Kini, demikian Detik.com, diagnosis kanker prostat pada Biden diumumkan. Dimana kantor Biden dalam pernyataannya menyebut kanker di dalam tubuh Biden berada pada level yang mengkhawatirkan.

“Mantan presiden AS Joe Biden telah didiagnosis dengan kanker prostat ‘agresif’ yang telah menyebar ke tulang-tulangnya, dan sedang meninjau pilihan pengobatan,” bunyi keterangan kantor Joe Biden. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan