Pulau minyak Iran, Kharg, yang mempunyai 50 tangki minyak besar dan dermaga T yang mampu menampung berbagai jenis kapal tanker minyak raksasa.(googleearth)PRIORITAS, 30/3/26 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, masih tetap mengincar untuk merebut pulau minyak Iran, Kharg.
Serangan atau pengambilan-alihan Kharg akan sangat mengguncang Iran, karena lebih 90 persen sumber ekspor minyaknya berasal dari pulau tersebut.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah”, kata Trump seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (30/3/26).
Menurut Trump seperti dirilis Independent Persian, ia bisa mengerahkan pasukan Amerika Serikat untuk merebut pulau Kharg tersebut.
Menduduki pulau Kharg Iran memang menjadi salahsatu opsi serangan yang disodorkan Departemen Pertahanan AS, Pentagon, kepada presiden Trump.
Dua pejabat AS dan dua sumber, mengatakan Pentagon sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memberikan “pukulan terakhir” kepada Iran.
Situs Axios menulis skenario ini akan menjadi lebih serius jika upaya untuk memulai negosiasi tingkat tinggi dengan Teheran gagal dan Iran terus mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, ada empat opsi utama sedang dipertimbangkan.
Opsi pertama adalah merebut atau memblokade Pulau Kharg, yang dianggap sebagai pusat ekspor minyak terpenting Iran.
Opsi kedua adalah menguasai Pulau Lark di Selat Hormuz, tempat terdapat pangkalan dan radar Iran yang digunakan untuk memantau kapal yang lewat serta kapal cepat kecil Iran yang dapat menyerang kapal sipil.
Saat ini, Iran mengarahkan semua lalu lintas kapal tanker internasional melalui Pulau Lark untuk inspeksi. Militar Iran dilaporkan memaksa setiap kapal untuk membayar $2 juta, baru diperbolehkan lewat Selat Hormuz.
Opsi ketiga adalah Pulau Abu Musa di Teluk Persia bagian timur, yang menurut laporan tersebut akan memungkinkan Iran untuk memantau kapal-kapal yang meninggalkan Teluk.
Axios juga menulis alih-alih hanya merebut pulau-pulau tersebut, AS dapat menargetkan jalur ekspor minyak Iran dengan menyita atau mengendalikan kapal-kapal yang membawa minyak negara tersebut.
Opsi keempat adalah mengirim pasukan khusus untuk mengambil bahan baku bom nuklir atau uranium milik Iran, yang disimpan di bawah tanah fasilitas nuklir yang rusak.
Namun, Donald Trump belum membuat keputusan akhir mengenai salah satu opsi tersebut.
Kharg andalan Iran
Pulau Kharg adalah lokasi terminal minyak terbesar di Iran. Menurut perkiraan bank Amerika JP Morgan, lebih 90 persen ekspor minyak mentah Iran berasal dari pulau di bagian utara Teluk Persia itu.
Meskipun Iran mengatakan memiliki cara lain untuk mengirimkan minyaknya kepada pelanggan, kehilangan kendali atas Kharg akan menjadi pukulan bagi negara tersebut.
Pulau Kharg memang sejak lama telah menjadi andalan sumber uang bagi Iran.
Pulau Kharg sebenarnya tidak memproduksi minyak. Memang ada minyak yang disalurkan dari ladang lepas pantainya, tetapi sebagian besar sumber minyak berasal dari ladang minyak di daratan utama Iran.
Minyak dari daratan itu kemudian dipompa menuju Kharg sebagai tempat pengumpulan dan baru didistribusikan ke kapal-kapal tanker raksasa dari berbagai negara.
Data dari Tanker Tracker menyebutkan, setelah mengirimkan 344 kapal tanker yang membawa 572 juta barel minyak selama setahun terakhir dengan laju 1,567 juta barel per hari, Pulau Kharg tercatat menyumbang sekitar 95% dari ekspor minyak mentah Iran.
Di pulau Kharg terdapat 55 tangki penyimpanan dan pencampuran minyak mentah, yang dapat menampung sekitar 34,25 juta barel secara gabungan.
Pulau ini terkenal karena mampu menampung dan cepat melakukan pemuatan minyak ke berbagai jenis tanker raksasa.
Terdapat 9 dermaga minyak mentah operasional untuk pemuatan kapal tanker. Tiga di antaranya terletak di pulau dermaga di lepas pantai barat Kharg.
Dermaga ini disebut Azarpad. Dermaga ini dapat menampung tiga kapal tanker super raksasa (Very Large Crude Carrier-VLCC) secara bersamaan yang masing-masing dapat membawa 2 juta barel minyak.
Dermaga T (dinamakan demikian karena bentuknya) di sisi timur dapat menampung hingga dua VLCC, dua Suezmax (masing-masing 1 juta barel), satu Aframax (730 ribu barel) dan 1 Handymax (350 ribu barel).
Sempat 6,6 juta barel per hari
Selama masa pemerintahan Shah Pahlavi sebelum Revolusi Islam, ketika produksi minyak Iran sempat mencapai puncaknya lebih dari 6,6 juta barel per hari, pulau Kharg sangat berperan penting sebagai pasokan minyak dunia.
Pada tahun 2025, produksi minyak dari pulau ini diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari.
Namun ketika pecah perang Iran-Irak, Presiden Irak Saddam Hussein telah memerintahkan pengemboman terhadap pulau itu berkali-kali dan bahkan menghancurkan beberapa tangki penyimpanan.
Produksi minyak sempat menurun, tetapi tanker terus memuat dan mengekspor sekitar 1,5 juta barel per hari.
Pulau ini juga memiliki dermaga kecil di sudut tenggara yang menghasilkan LPG (Gas Minyak Bumi Cair) bersama dengan Nafta yang banyak digunakan di sektor minyak.
Sebuah lokasi cadangan minyak Iran yang lebih kecil mulai beroperasi pada tahun 2021 di sepanjang Teluk Oman, tepat di selatan Selat Hormuz.
Lokasi ini disebut Terminal Minyak & Gas Jask, yang tidak berada di kota Jask, tetapi di tempat berpasir di sebelah baratnya yang disebut Kooh Mobarak.
Lokasi ini dialiri pipa sepanjang 1.000 km yang berasal dari garis pantai, di Goreh.
Sejauh bulan ini, dua kapal tanker telah terpantau memuat minyak di sana, padahal biasanya hanya menampung satu kapal tanker per tahun hingga perang terbaru pecah.
Selama delapan tahun terakhir sejak 1 April 2018, terlacak 2.155 keberangkatan kapal tanker dari Pulau Kharg yang membawa total gabungan 3,187 miliar barel, setara dengan 1,093 juta barel per hari.
Setiap hari Tanker Tracker menandai kapal tanker yang masuk dan keluar pulau Kharg sesuai citra satelit.
Teridentifikasi sebanyak 1.485 kapal tanker yang memuat minyak di pulau itu, ternyata adalah Armada Gelap Iran, yang terkena sanksi AS dan internasional.(P-Jeffry W)