
Pemberian bantuan TJSL pada program pengelolaan sampah dari PLN Nusantara Power UP Gorontalo ke Tanggidaa group. (‘Courtesy’ Antara)PRIORITAS, 9/8/26 (Gorontalo): Pengelolaan sampah di Kota Gorontalo mendapat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo.
Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan kepada TP3R Tanggida’a Group, kelompok pemerhati lingkungan dan pengendalian sampah di Kota Gorontalo.
Tujuan bantuan tersebut untuk memperkuat sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu. Dukungan tersebut juga diharapkan meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Program tersebut mengusung konsep ekonomi sirkular. Konsep ini menempatkan sampah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.
TP3R Tanggida’a Group akan mengembangkan pengolahan sampah plastik. Kelompok tersebut juga akan mengolah sampah organik melalui biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF).
PLN Nusantara Power berharap, langkah tersebut mampu mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Pengolahan juga dapat menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Di sisi lain, hasil pengolahan dapat menjadi komoditas bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Asisten Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo Reynold Gobel mengatakan, program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, PLN mendorong TP3R Tanggida’a Group berkembang sebagai penggerak ekonomi sirkular di Kota Gorontalo.
Program tersebut tidak hanya menyasar persoalan lingkungan. PLN juga berharap kegiatan itu mampu membuka manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melansir Antara News, kolaborasi perusahaan dan komunitas diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan berpeluang berubah menjadi sumber daya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. (P-sm)


