PRIORITAS, 7/10/26 (Jakarta): Anggota Panja BPIH Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq merinci besaran biaya pelunasan haji 2027 yang menetapkan kewajiban bayar jemaah reguler rata-rata senilai Rp23.248.825.
Memaparkan kalkulasi anggaran, total kewajiban awal sebesar Rp26,24 juta mengalami pemotongan langsung berkat intervensi subsidi negara.
“Jemaah secara efektif hanya membayar sekitar Rp23,24 juta. Ini setelah kewajiban pelunasan awal sebesar Rp26,24 juta dikurangi subsidi Pemerintah sebesar Rp3 juta,” ungkap Maman saat rapat kerja di Komisi VIII DPR RI, Rabu (7/10/26).
Legislator Fraksi PKB tersebut menegaskan angka final tersebut sah setelah Panja BPIH Komisi VIII DPR bersama pemerintah mengetok palu pengesahan dalam rapat kerja resmi. Menjamin kepastian publik, regulasi baru ini memberi kejelasan nominal bagi jemaah.
“Ini sudah disepakati dan diketok di Komisi VIII DPR RI. Yang terpenting bagi jamaah adalah kepastian berapa nominal uang yang harus disiapkan untuk pelunasan. Setelah dipotong subsidi, nilainya menjadi sekitar Rp23,24 juta,” jelasnya.
Formula pembiayaan terjangkau terwujud berkat terobosan komunikasi politik antara pimpinan parlemen dan pihak istana.
Mengawal kepentingan rakyat, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membangun koordinasi langsung bersama Presiden Prabowo Subianto untuk merumuskan skema subsidi yang ideal.
“Komunikasi pimpinan DPR dengan Presiden menjadi bagian dari upaya mencari formula agar beban jamaah bisa lebih ringan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan haji,” tuturnya.
Merinci struktur anggaran, total BPIH 1448 Hijriah atau 2027 Masehi menyentuh angka rata-rata Rp98.466.351,35 per jemaah.
Membagi sumber pendanaan, komponen Bipih yang ditanggung langsung oleh jemaah senilai Rp54.648.825 mendapat topangan alokasi Nilai Manfaat dari BPKH sebesar Rp43.817.526,35.
Skema pelunasan Bipih sebesar Rp54,64 juta memuat setoran awal pendaftaran Rp25 juta, Nilai Manfaat rekening virtual Rp3,4 juta, serta subsidi tunai pemerintah Rp3 juta.
Menjamin kelancaran operasional, Indonesia mengantongi total kuota sebanyak 221.000 jemaah yang terbagi atas 203.320 jemaah reguler serta 17.680 jemaah khusus pada musim haji mendatang. (P-*/Khalied M)








