Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulut saat memainkan alat musik Kolintang. ANTARA
PRIORITAS, 4/9/26 (Manado) : Pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memasukkan musik kolintang sebagai bagian dari kearifan lokal.
Salah musik khas asal daerah Minahasa ini diperkenalkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung hingga tanggal 13 September 2026.
"Dalam masa MPLS ini, para siswa diberikan pelajaran ekstrakurikuler musik kolintang," kata Kepala Sekolah SRT 3 Sulut Yefta Makikui, seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan musik kolintang adalah alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara, yang kini banyak diajarkan di sekolah-sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun muatan lokal untuk melestarikan kearifan lokal.
Ekstrakurikuler ini memberikan manfaat kepada siswa, karena merupakan salah satu warisan budaya. Terlebih saat ini alat musik kolintang sudah jarang dimainkan.
Padahal pada masa lalu, alat musik kolintang selalu dimainkan, baik pada acara ibadah maupun acara suka dan kedukaan.
Ia melanjutkan bahwa Sekolah Rakyat memperkenalkan warisan leluhur agar generasi muda bangga dan peduli terhadap kebudayaan nusantara.
Yefta menjelaskan memainkan musik kolintang, memberi pelajaran berharga dalam hidup yakni mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan harmoni karena kolintang dimainkan secara ansambel atau berkelompok.
Selain itu alat musik itu juga melatih siswa membaca notasi angka, teknik dasar memukul, hingga mengaransemen lagu-lagu daerah maupun modern.
"Musik kolintang merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara yang mencerminkan jati diri, sejarah, dan harmoni tradisi lokal," katanya.
Kolintang adalah simbol identitas masyarakat Minahasa yang diwariskan secara turun-temurun. Alat musik ini dibuat dari bilah-bilah kayu lokal khusus yang disusun di atas bak kayu secara tradisional.
Pada masa lampau, kolintang dipakai dalam upacara ritual adat untuk pemujaan roh leluhur sebelum berkembang menjadi sarana hiburan dan pengiring kesenian bahkan dilombakan.(P-r*ant/dg)








