PRIORITAS, 21/8/26 (Boalemo): Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT 1) Boalemo memutuskan hubungan kerja sama dengan pihak penyedia konsumsi. Sekolah mengambil langkah tegas ini setelah menemukan berbagai pelanggaran standar pelayanan. Pihak penyedia menyajikan menu tidak seragam serta sering terlambat memberikan konsumsi siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo Mokhamad Syaifudin membeberkan alasan penghentian tersebut di Kabupaten Boalemo. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah bertindak atas dasar keluhan para siswa. Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial telah melakukan evaluasi menyeluruh.
Mokhamad menjelaskan bahwa ketidaksesuaian menu sarapan menjadi salah satu penyebab utama. Sebagian siswa menerima sarapan berupa bubur, sedangkan sebagian lainnya mendapat nasi goreng. Di samping itu, penyedia jasa juga kerap terlambat menyajikan konsumsi harian siswa.
Fakta yang bikin gempar pihak SRT 1
Sebelum keputusan tegas ini diambil, pihak Kementerian Sosial telah memberikan teguran berulang kali. Teguran tersebut disampaikan secara lisan maupun melalui pesan tertulis secara berkala. Namun, pihak penyedia jasa tetap tidak memperbaiki mutu pelayanan konsumsi mereka.
Oleh karena itu, sekolah langsung menghentikan kontrak penyedia lama demi menjaga gizi para siswa. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo kemudian menunjuk penyedia baru dari Kecamatan Wonosari. Penunjukan penyedia lokal baru ini bertujuan menjamin kelancaran layanan makanan harian siswa.
Pihak sekolah berharap penyedia baru dapat memenuhi standar kualitas penyajian makanan. Langkah ini sangat krusial agar seluruh kebutuhan konsumsi siswa selama belajar dapat terpenuhi. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa dapat berlangsung dengan nyaman.
Nasib tagihan vendor lamaΒ Β
Meskipun demikian, pihak sekolah tetap akan menuntaskan semua kewajiban finansial yang masih tersisa. Mokhamad menegaskan bahwa penghentian kerja sama tidak menghapus utang pembayaran pihak sekolah. Pihak sekolah berkomitmen membayar utang terutang sesuai dengan mekanisme aturan resmi.
Melansir Antara News, Pihak sekolah kini sedang menyiapkan laporan pertanggungjawaban secara transparan. Langkah ini untuk memenuhi persyaratan administratif pembayaran yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dengan demikian, seluruh proses penyelesaian kewajiban finansial dapat selesai dengan baik.
Pihak sekolah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi informasi ini secara bijak. Penghentian kerja sama vendor semata-mata demi meningkatkan mutu pendidikan serta kesejahteraan para siswa. (P-*Ant/sm)








