
Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M Panggabean melakukan kunjungan persiapan ekspor durian Indonesia ke Tiongkok di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu. (15/4/26). (Antara)“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China,” ucap Kepala Barantin Sahat M. Panggabean saat menghadiri pelepasan ekspor durian beku di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/4/26).

Akses ekspor langsung durian beku Indonesia ke pasar China resmi terbuka setelah tercapainya kesepakatan protokol ekspor sebagai bagian dari kerja sama ekonomi kedua negara, yang disepakati dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada Mei tahun lalu. Pengiriman perdana dilakukan pada Desember 2025 dan terus berlanjut hingga kini. Terbaru, Barantin melepas sebanyak 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah pada Kamis.
Kolaborasi ini dinilai memberikan keuntungan bagi petani lokal karena mampu memangkas waktu distribusi. Jika sebelumnya pengiriman ke China memakan waktu hingga 56 hari, kini hanya membutuhkan sekitar 22 hingga 26 hari. Kondisi tersebut dinilai dapat memperlancar arus kas petani sekaligus menekan sejumlah biaya operasional lainnya.
Pangsa pasar durian di China


