
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Simon Aloysiius Mantiri saat menjawab pertanyaan wartawan terkait impor BBM Pertamina ke badan usaha (BU) swasta, seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan empat poin kesepakatan hasil pertemuan dengan SPBU swasta, termasuk Shell, BP-AKR, ExxonMobil, dan Vivo Energy Indonesia.
Permintaan tambahan kuota muncul karena beberapa SPBU mengalami keterbatasan pasokan akibat kuota impor habis. Namun, pemerintah menolak karena kuota telah naik 10% dibanding 2024.
Kesepakatan ini menegaskan, impor BBM Pertamina dijalankan transparan, kolaboratif, dan menjaga stabilitas harga konsumen, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. (P-Khalied M)


