Suasana penuh hangat yang menarik perhatian saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung kedatangan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. (Istimwa)PRIORITAS, 26/11/2025 (Jakarta): Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional, jauh dari anggapan miring yang kerap diviralkan para pengkritiknya. Momen penuh wibawa itu terlihat pada detik-detik pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, akhir pekan lalu.
Dalam vidio yang diunggah iNews terpantau di Jakarta, Rabu (26/11/25) terlihat, begitu Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memasuki ruang utama, Gibran Rakabuming spontan bangkit dari kursinya. Ia menyambut dengan uluran tangan dan senyum terbuka—gestur singkat yang seketika ini ternyata menangkap perhatian semua peserta KTT.
Dalam hitungan detik itu, kehangatan diplomasi tampak bekerja, memperlihatkan kedekatan Indonesia–Jepang sekaligus menandai awal dari rangkaian agenda strategis di forum global tersebut. Sambutan hangat Gibran ini langsung dibalas dengan senyum dan anggukan hormat. Keduanya kemudian duduk berdampingan selama sesi pembukaan.
Perhatian para delegasi
Momen singkat ini menarik perhatian para delegasi dan jurnalis internasional yang tengah mengabadikan kedatangan para pemimpin dunia. Meski terjadi hanya beberapa detik, gestur tersebut mencerminkan eratnya hubungan bilateral Indonesia–Jepang, terutama dalam bidang ekonomi, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.
Keakraban antara Gibran dan Sanae dinilai menjadi pembuka positif untuk rangkaian agenda intens KTT G20 tahun ini. Forum di Johannesburg sendiri membahas stabilitas ekonomi global, ketahanan energi, hingga kolaborasi menghadapi dinamika geopolitik.
Bagi Indonesia, kehadiran Gibran menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi di tengah meningkatnya peran negara dalam isu kawasan. Indonesia dan Jepang juga dijadwalkan melanjutkan pembahasan mengenai investasi energi hijau, pembangunan infrastruktur, serta penguatan rantai pasok regional.
Kehangatan penyambutan itu menjadi potret kecil diplomasi personal—gestur sederhana yang kerap membuka jalan bagi dialog yang lebih substansial dan memperkuat hubungan kedua negara di tengah tantangan global. (P-*/bwl)
No Comments