Petunjuk baru sinyal HP Fernando Martin, keluarga pelatih Valencia berdoa ketiga korban segera ditemukan

Herling Tumbel
Sabtu, 3 Januari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 3/1/26 (Labuan Bajo, NTT): Upaya pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam Jumat (26/12/25) di perairan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan.


Tim SAR Gabungan telah menambah tiga hari pencarian karena adanya petunjuk baru dari sinyal handphone salah satu korban yaitu Fernando Martin, pelatih tim sepakbola putri Spanyol, Valencia CF.

Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, pelaksanaan operasi SAR dalam pancarian korban pada musibah seperti ini dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut terhitung sejak tenggelamnya kapal tersebut.

Itu berarti, batas waktu pencarian adalah 1 Januari 2026. Namun, operasi diperpanjang karena masih terdapat tanda-tanda atau peluang penemuan korban seperti yang terjadi pada kasus KM Putri Sakinah.


Perpanjangan dilakukan selama tiga hari terhitung mulai Jumat (2/1/26) hingga Minggu (4/1/26).

Keluarga berdoa

Pihak keluarga berdoa agar ketiga korban yakni pelatih tim putri Valencia Fernando Martin bersama dua anaknya segera ditemukan.

Tak hanya doa, keluarga juga menulis nama korban di pasir pantai Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (2/1/26), sebagaimana dilansir dari tribunnews.com Sabtu (3/1/26).

Tindakan mengharukan itu terjadi saat Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, bersama perwakilan keluarga ikut memantau pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Saat itu, kakak korban Fernando menuju ke pantai dan menulis nama-nama korban di pasir lalu berdoa semoga bisa ditemukan.

“Tadi kakak korban izin ke pantai untuk berdoa, tadi itu kakak korban menulis nama-nama korban di pasir lalu berdoa semoga bisa ditemukan,”  kata Budi Widjaja, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Usaha Wisata Tirta Dan Bahari Indonesia (Gahawisri).

Sebelumnya, Fernando Burgos Sainz bersama perwakilan keluarga ikut mencari korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat 2 Januari 2026.

Dalam pencarian itu, Fernando Burgos Sainz bersama perwakilan keluarga korban didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Usaha Wisata Tirta Dan Bahari Indonesia (Gahawisri), Budi Widjaja.

Budi Widjaja mengatakan, kehadiran mereka, atas permintaan keluarga untuk melihat langsung operasi pencarian Tim SAR Gabungan di laut.

Dalam pencarian itu, Fernando Burgos Sainz bersama perwakilan keluarga korban, diberikan penjelasan terkait strategi pencarian. Dijelaskan, pada pencarian hari ke-8 ini, Tim SAR menggunakan teknologi meliputi tiga sonar dukungan dari Polda NTT dan Multi Beam-sonar yang bisa membaca sampai 180 meter.

“Kita juga memberikan kepada keluarga untuk pertama kalinya di Basecamp pencarian yang ada di Padar Utara, keluarga juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Sar yang sudah beberapa hari ini turun ke lapangan,” tuturnya.

Sinyal HP

Budi Widjaja dan tim juga menunjukkan kondisi perairan di lokasi pencarian. Di sana mereka juga mengalami anomali cuaca yang bergelombang akan tetapi tidak terlalu besar.

Mereka juga diberikan kesempatan untuk menghampiri kapal-kapal yang menggunakan sonar saat proses pencarian.

Dikatakan, alasan penggunaan teknologi Sonar ini, karena  sinyal handphone milik pelatih Valencia Putri B, Fernando Martin, terdeteksi berpindah-pindah tempat di sekitar utara Padar, Padar Selatan, Batu Tiga, hingga ke Taka Makasar, hingga mendekati Nusa Kode.

“Tadi malam informasi dari Interpol, bantuan dari International Police di mana dari pihak kerabat keluarga itu ada yang mengirimkan pesan SMS atau semacam WhatsApp gitu ke handphone korban di hari setelah kejadian,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah kejadian tiba-tiba signal itu ditemukan di tanggal 26 dan di tanggal 28 Desember 2025.

“Karena itu handphone dari luar negeri, jadi kita minta bantuan Interpol dan kita tadi malam mendapatkan data titik koordinat di mana signal handphone itu setelah kejadian,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menerangkan, mendapati tanda adanya siyal handphone milik Fernando, keluarga selanjutnya berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Kementerian Luar Negeri RI.

“Nah dari Komdigi tadi malam juga mengirim kita koordinatnya di mana signal itu ditemukan di tanggal 26 dan 28. Tapi signal itu bukan signal yang presisi dalam artian ada di kisaran,” ungkap Budi.

Ia menuturkan, berdasarkan dari pinpoint di mana ada tower telepon yang terdekat. “Jadi sekarang pencarian diarahkan kepada dua titik pencarian. Kita menggunakan sonar multi beam yang bisa mencapai dengan 180 meter. Itu baru kita kerahkan. Untuk yang di utara kita sementara masih menggunakan satu sonar,” kata Budi.

Kerahkan 58 personel

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Fokus utama pada penyisiran pulau-pulau di sekitar Pulau Padar, penyelaman bawah laut, serta pemanfaatan teknologi pencarian modern.

“Tim SAR Gabungan hari ini masih terus berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, dan penurunan Disnav dan Hidronav (peralatan sonar Dipolair Polda NTT) serta pengerahan drone thermal untuk mencari keberadaan 3 WNA Spanyol,” kata Fathur melalui keterangan tertulis, Jumat (2/1/26).

Dikatakan, sebanyak sekitar 58 personel dikerahkan dalam operasi hari ini. Tim SAR Gabungan didukung oleh 11 armada laut yang terdiri atas kapal Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, Searider Gakkum Kementerian Kehutanan, serta speedboat wisata milik anggota Grahawisri Labuan Bajo. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan