Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, membenarkan informasi mengenai disanderanya 9 perempuan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Courtesy: Antara) PRIORITAS, 20/8/26 (Timika, Papua Tengah): Sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, disandera kelompok bersenjata. Kesembilan sandera tersebut semuanya perempuan di rentang usia 13 hingga 17 tahun.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, di ibukota Kabupaten Mimika, Timika, Rabu (19/8/26), memastikan bahwa informasi tersebut memang benar.
“Benar, informasi yang kami dapat di lapangan dari anggota kami di Polsek Jila sudah ada nama-nama yang disandera. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, sudah ada nama-nama ada sembilan orang. Rata rata korban berusia 13 sampai 17 tahun,” ujar Kapolres, dilansir dari Antara Kamis (20/8/26).
Dikatakannya, langkah yang akan dilakukan oleh Polres Mimika adalah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penebalan personel di Polsek Jila.
“Langkah berikutnya dengan melakukan olah TKP, kami meminta bantuan dari Brimob Batalyon B untuk mem-backup rekan-rekan kami di Polsek Jila,” ucapnya.
Kesembilan warga sipil yang disandera oleh kelompok bersenjata itu yakni Nemerina Wamang (17) yang sedang dalam kondisi hamil muda, Alin Mesawarol kelas VI SD, Nopi Aim kelas IV SD, dan Opinte Meswaro kelas III SD.
Sandera lainnya adalah Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Diketahui, lokasi Distrik Jila di Kabupaten Mimika berbatasan langsung dan terletak di sebelah timur wilayah utama Distrik Tembagapura, yang menjadi pusat operasional dan kawasan tambang PT Freeport Indonesia. (P-Ant/ht)