Gara-gara ramalan kiamatnya gagal, warga bakar bahtera Ebo Noah

Jeffry Wuisan
Sabtu, 27 Desember 2025
INTERNASIONAL 0 2177
4 menit membaca

PRIORITAS, 27/12/25 (Accra): Warga yang frustrasi gara-gara ramalan kiamat dari ‘nabi palsu’ Ebo Noah gagal, akhirnya membakar bahteranya di pantai Ghana.


Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Sabtu (27/12/25), polisi setempat sudah menangkap Ebo Noah atau Ebo Enoch, dengan tuduhan menipu dan membuat kekacauan.

Ebo adalah pria asal Ghana yang sebelumnya mengeklaim dirinya sebagai nabi dan sempat meramalkan akan terjadinya banjir besar serta kiamat pada 25 Desember tahun 2025 ini, tepat pada hari Natal kelahiran Yesus Kristus.

Dalam sebuah video YouTube berjudul, “Apa yang Akan Terjadi dan Bagaimana Itu Akan Terjadi”, yang dibagikan pada bulan Agustus lalu, Ebo Enoch mengatakan ia telah menerima pesan dari Tuhan.


Ia mengklaim telah diperlihatkan sebuah penglihatan di mana hujan tanpa henti akan dimulai pada tanggal 25 Desember 2025 dan akan berlanjut selama tiga tahun.

Menurutnya, Tuhan memintanya untuk membangun bahtera untuk menyelamatkan orang-orang yang menginginkan perlindungan.

Seperti Nabi Nuh dalam kitab suci, Ebo Enoch kemudian membuat kapal seperti bahtera, yang dapat menampung banyak orang ketika terjadi banjir besar.

Dalam beberapa videonya, Ebo terlihat membuat perahu. Ia berulang kali mengklaim hingga kini telah membangun 10 bahtera kayu di beberapa titik di Ghana. Ia sesumbar setiap kapal mampu menampung hingga 5.000 orang pengikutnya.

Ia kemudian rajin berkotbah bahkan sempat menyiarkan ramalannya di televisi lokal dan sering memposting ke sejumlah media sosial.

Banyak orang yang percaya dengan ramalannya. Karena takut dengan akhir kiamat, berbulan-bulan mereka berbondong-bondong untuk mendaftar sebagai penumpang bahtera Ebo Enoch.

Tetapi, ketika sudah tiba waktu pada 25 Desember 2025, banjir besar dan kiamat yang diramalkan ‘nabi palsu’ Ebo itu,  ternyata tidak terjadi. Ebo Enoch kemudian buru-buru meralat dengan mengatakan kiamat tertunda.

Polisi Ghana menangkap Ebo Enoch yang dituduh menipu dan membuat kekacauan.(@dufen_alpaslan)

Merasa disesatkan

Meski begitu banyak warga sudah terlanjur frustrasi dan marah. Seorang pria langsung melakukan pembakaran sebuah bangunan kapal yang terparkir di tepi sungai,.

Pria itu terpicu amarah karena keyakinan istri dan anggota keluarganya telah terpengaruh klaim kiamat tersebut.

Menurut keterangan saksi, keluarga pria itu telah mengemas barang-barang mereka dan pindah mendekati bangunan yang dianggap sebagai bahtera, dengan harapan bisa selamat dari bencana besar yang diramalkan Ebo Enoch.

Pria tersebut merasa keluarganya telah disesatkan dan dimanipulasi doktrin Ebo Enoch yang tidak berdasar.

Namun, sebuah ironi terjadi setelah api melahap bangunan tersebut. Sang pria baru menyadari struktur yang dibakarnya bukanlah bahtera milik Ebo Enoch, melainkan bangunan kapal lain yang sama sekali tidak terkait. Setelah menyadari kesalahannya, ia merasa menyesal.

Insiden pembakaran salah sasaran dan klaim penundaan kiamat ini, memicu perdebatan sengit di masyarakat mengenai dampak keagamaan ekstrem, yang menimbulkan ketakutan massal serta konflik keluarga.

Pihak berwenang setempat dilaporkan sudah menangkap Ebo Enoch karena situasi semakin memanas dan dapat menimbulkan eskalasi lebih lanjut.

Ia dituduh melakukan penipuan dan menyebabkan kekacauan di tengah masyarakat.

Minta waktu tambahan

Mengutip laporan News18, Ebo Enoch mengatakan bencana tersebut tidak dibatalkan tetapi hanya ditunda. Ebo mengeklaim permohonannya telah didengar dan dikabulkan Tuhan.

Dia menjelaskan Tuhan telah memberinya waktu tambahan untuk untuk membangun lebih banyak kapal kayu, guna menyelamatkan lebih banyak nyawa dan menyebarkan pesannya.

Penundaan ini katanya, terjadi di tengah lonjakan jumlah pengikut yang membeludak dari berbagai wilayah di Afrika menuju Ghana demi mendapatkan tempat di kapal buatannya.

“Saya telah berdoa, berpuasa, berdonasi, dan membangun, dan melalui doa-doa saya, saya mendapat penglihatan lain, saya membagikan penglihatan saya dengan beberapa hamba Tuhan yang hebat. Jadi, Tuhan telah memberi kita waktu untuk membangun lebih banyak bahtera”, kata Ebo.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan massa berkerumun membawa tas dan barang pribadi, bersiap naik ke struktur kayu yang dianggap suci tersebut.

Ebo Enoch menjelaskan jumlah pengunjung jauh melebihi prediksinya, sehingga kapasitas kapal yang ada saat ini tidak mencukupi.

“Akibatnya, saya meminta lebih banyak waktu kepada Tuhan untuk membangun kapal baru guna menampung gelombang pengungsi,” katanya dalam bahasa lisan yang dikutip media setempat.

Ebo Enoch tertangkap kamera turun dari mobil baru Mercedes yang mahal.(@mireku_gerardo)

‘Nabi’ beli mobil mewah

Kisah ini semakin menarik perhatian setelah laporan mengatakan ‘nabi’ Ebo ternyata sudah membeli mobil Mercedes mewah menggunakan uang yang diberikan para pengikutnya untuk proyek bahtera tersebut.

Laporan terbaru menunjukkan Ebo menggunakan donasi untuk membeli mobil Mercedes senilai $89.000 (sekitar Rp.1,4 miliar).

Foto-foto dan video ia mengendarai mobil mewah itu telah beredar online.Banyak yang terkejut melihat bagaimana begitu banyak pengikut mempercayainya dan memberikan uang mereka.

Ia diduga bersenang-senang dengan uang para donatur,  termasuk dari ribuan orang yang telah tiba di dekat lokasi bahteranya dan berharap diselamatkan dari banjir.

Di antara mereka ada seorang pria Liberia yang melakukan perjalanan jauh ke Ghana dengan harapan dapat menaiki bahtera Ebo. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan