Polri sajikan ayam rica khas Manado untuk Tim SAR jurnalis hilang

Sem Muhaling
Kamis, 17 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 17/09/26 (Pandeglang): Dukungan terhadap operasi pencarian lima jurnalis dan dua kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda tidak hanya dengan melakukan pengerahan personel dan armada pencarian. Kebutuhan logistik bagi tim di lapangan juga menjadi perhatian, salah satunya melalui penyediaan makanan siap saji oleh Polri.

Satuan Brimob Polda Banten mengoperasikan mobil dapur lapangan di Posko Utama SAR Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Fasilitas tersebut setiap hari menyiapkan sekitar 300 porsi makanan untuk personel SAR gabungan, relawan, masyarakat, serta keluarga korban yang berada di sekitar posko.

Pada hari kesembilan operasi pencarian, Rabu (16/9/26), dapur lapangan tersebut menghadirkan menu ayam rica-rica khas Manado. Para juru masak menu bercita rasa pedas itu menyiapkan makanan siang sebagai bagian dari variasi makanan untuk mereka yang terlibat dalam operasi pencarian.

Dapur beroperasi sejak hari kedua

Ketua Tim Dapur Lapangan Polri, Sadiel Marbun, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut atas perintah Kapolda Banten sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan selama operasi SAR berlangsung. Ia berharap kehadiran dapur lapangan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi seluruh unsur yang berada di Posko Utama SAR Carita.

Menurut Marbun, dapur lapangan mulai beroperasi sejak hari kedua pencarian KM Arupadatu I, tepatnya Selasa (8/9/2026). Pihaknya menyediakan makanan tiga kali sehari, masing-masing sebanyak 100 porsi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

Persiapan makanan menyesuaikan dengan jadwal kebutuhan di posko. Untuk sarapan, proses memasak mulai sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian berlanjut dengan persiapan makan siang pada pukul 11.30 WIB dan makan malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Marbun menyebut penyiapan 300 porsi makanan tersebut butuh waktu sekitar satu hingga satu setengah jam. Dengan pengaturan itu, makanan nantinya tersedia tepat waktu sehingga kebutuhan konsumsi petugas, relawan maupun pihak keluarga korban selama berada di posko tetap terjaga.

Tujuh personel Brimob mengelola dapur

Operasional dapur lapangan tersebut melibatkan tujuh personel Satbrimob Polda Banten. Para personel yang sehari-hari bertugas pada bidang logistik dan operasi taktis itu berbagi tugas dalam menyiapkan makanan bagi para penerima layanan.

Tugas mereka mencakup memasak, membersihkan dan mengolah bahan makanan hingga berbelanja kebutuhan logistik di pasar setempat. Pihaknya membuat menu sajian juga bervariasi sehingga makanan yang tersedia tidak selalu sama setiap hari.

Ayam rica-rica khas Manado menjadi salah satu menu pilihan pada hari kesembilan operasi. Menu tersebut menjadi bagian dari konsumsi makan siang bagi orang-orang yang berada di Posko Utama SAR Carita.

Selain makanan utama, dapur lapangan Polri juga menyediakan makanan ringan serta minuman hangat. Relawan maupun pihak lain yang berada di posko dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk untuk membuat kopi dan teh.

Dukungan logistik di tengah pencarian

Melansir Antara News, penyediaan makanan tersebut berlangsung bersamaan dengan operasi pencarian rombongan lima jurnalis dan dua kru KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda. Rombongan tersebut sebelumnya menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Hingga hari kesembilan operasi SAR, pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah sektor perairan. Basarnas melaporkan operasi pada hari tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban maupun kapal yang mereka gunakan.

Dukungan konsumsi melalui dapur lapangan menjadi salah satu bagian dari pelayanan selama operasi berlangsung. Dengan tersedianya makanan dan minuman di posko, personel pencarian, relawan, masyarakat, serta keluarga korban dapat memperoleh kebutuhan dasar selama mengikuti perkembangan operasi SAR. (P-*Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025