
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pembahasan ekspor beras dengan Malaysia sudah memasuki tahap kedua. (‘Courtesy’ Beritasatu.com/Erfan Maruf)PRIORITAS, 8/6/26 (Jakarta): Kini Indonesia mulai beranjak ke posisi sebagai pemasok atsu pengekspor beras. Banyak negara rebutan beli beras Indonesia, termasuk Thailand dan Vietnam. Dan kini, Indonedua tengah menjajaki melakukan ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia dengan potensi nilai mencapai sekitar Rp2 triliun. Proses ekspor sudah dalam tahap negosiasi lanjutan dan pasti.

Terkait itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembahasan ekspor beras dengan Malaysia sudah memasuki tahap kedua dan semakin intens.
“Sudah melakukan negosiasi tahap kedua. Kalau 200.000 ton itu dikalikan saja Rp10.000 contohnya. Berarti sekitar berapa? Rp2 triliun,” ujar Rizal di Gudang Bulog Jakarta Utara, Kamis (7/5/26) kemarin.
Sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok

Selanjutnya Rizal mengungkapkan, sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok beras, di tengah meningkatnya kebutuhan impor pangan global saat ini.
Di samping Malaysia, negara lain yang disebut berminat mengimpor beras dari Indonesia antara lain Vietnam dan Thailand.
Tetapi, potensi kerja sama dengan Malaysia menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
“Karena memang sekarang beberapa negara juga sudah banyak rebutan untuk beli beras. Mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, dan mudah-mudahan dari Malaysia ini akan mengimpor beras ke kita,” kata Rizal, dikutip Beritasatu.com.
Diketahui, sebelumnya Indonesia telah mengekspor beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi.
Adapun ekspor tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215.000 jemaah haji Indonesia di sana.
Bukti meningkatnya produksi dan stok beras nasional
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, ekspor tersebut menjadi bukti meningkatnya produksi dan stok beras nasional saat ini.
“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini momentum yang baik karena produksi kita meningkat. Ini yang kita ekspor. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Amran ketika itu.
Di samping ekspor komersial, Indonesia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa beras untuk Palestina. Amran menyebut bantuan beras yang dikirimkan menuju Palestina mencapai sekitar 10.000 ton beberapa waktu lalu. (P-*r/Bst/jr)

