Mahasiswa difabel lulus Cum Laude Magister Ilmu Pemerintahan, bukti Unsrat ramah penyandang disabilitas

Zamir Ambia
Selasa, 18 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 18/8/26 (Manado): Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali membuktikan diri sebagai kampus inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Steven Kowaas, mahasiswa disabilitas netra, lulus Cum Laude Magister Ilmu Pemerintahan di program Pascasarjana Unsrat pada Senin (20/7/26).

Bertempat di lantai 2 gedung pascasarjana Unsrat, Kowaas berhasil mempertahankan tesisnya berjudul “Implementasi PKPU Nomor 12 Tahun 2024 dalam Pemenuhan Hak Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Tikala Kota Manado pada Pilkada 2024” dan lulus dengan predikat Cum Laude.

Dengan capaian Kowaas tersebut, Unsrat menunjukkan komitmen untuk mendukung keberhasilan studi mahasiswa difabel.

“Maka Unsrat pascasarjana bisa melakukan itu. Unsrat ramah disabilitas kami lakukan, sebab kami sudah tersertifikasi ISO 21001-2018. Kami juga terbuka untuk disabilitas lainnya untuk dilakukan dengan mahasiswa lainnya,” tegas Direktur Program Pascasarjana Unsrat Markus T. Lasut seperti dirilis manadopost.jawapost.com.

Secara umum, proses studi mahasiswa difabel seperti Kowaas sama seperti mahasiswa non-difabel. Walaupun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, pihak kampus memberikan bantuan pendampingan khusus sejauh yang diperlukan agar supaya mereka bisa melewati setiap tahapan proses perkuliahan.

“Hah dia ini dibuat rencana pelaksanaan akademiknya. Kita siapkan fasilitasnya. Dan dalam pelaksaan sistemnya ada pendampingan. Prosesnya sama dengan mahasiswa lainnya. Mengikuti perkuliahan sesuai jumlah SKS, juga dalam penelitian ada kegiatan proposalnya. Kemudian ada kegiatan seminar hasil, melihat progres bagaimana penelitian. Dan sampai pada ujian Tesisnya,” papar Lasut.

Steven Kowaas bangga dengan Unsrat. “Saya bangga mendapatkan gelar di Unsrat. Dan ini akan saya bawa di mana pun saya pergi dan berada, bahwa Unsrat memberikan hak saya yang sama sesuai UU,” tegasnya sebagaimana diberitakan manadopost.jawapost.com.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsrat Ferry Daud Liando membimbing langsung Kowaas dalam penelitian dan penulisan tesis dan selesai dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sementara itu, Welly Waworundeng, Rino Rogi, Michael Mamentu, dan Bruce Pati menjadi tim penguji. Kowaas memaparkan tesisnya dengan baik sehingga dinyatakan lulus uji.

Keberhasilan Kowaas adalah wujud nyata komitmen Unsrat untuk menghadirkan ruang yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas sehingga semua kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang sama atas pendidikan tinggi demi pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas (P-Chris R).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025