PRIORITAS, 17/9/26 (Sikka, Nusa Tenggara Timur): Sikap simpatik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendapat respons hangat warga ketika memutuskan bermalam bersama para penyintas gempa NTT di Posko pengungsian di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (16/9/26) malam.
Sebelumnya, ketika tiba di Palue, Jokowi disambut dengan ritual Pa’e atau doa adat, kemudian Thambo Wae, yakni pemercikan air kelapa yang dimaknai sebagai simbol kenyamanan, kedamaian dan kesejukan bagi tamu yang memasuki wilayah Kampung Cawalo.
Selanjutnya, Jokowi dikalungi sarung adat Palue oleh dua Laki Mosa atau tua adat.
Juga pengalungan dilakukan oleh dua perwakilan warga dari Dusun Cawalo dan Dusun Tudu, Desa Rokirole.
“Bangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian”
Benyamin Cawa, Koordinator Kegiatan Kunjungan Joko Widodo di Desa Rokirole, mengatakan, penyambutan tersebut merupakan bentuk penghormatan masyarakat Palue kepada tamu yang datang.
“Sebagai budaya kami orang Palue, apalagi di Rokirole, namanya tamu baru, kami pasti menyambut dengan tradisi,” ujarnya, dikutip media.
Disebutnya, kehadiran Jokowi memberikan kekuatan moral bagi warga Palue di tengah situasi bencana.
“Ini sebuah kekuatan untuk membangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian di bencana ini,” katanya lagu.
“Sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi”
Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W Lowo mengungkapkan hal senada.
Ia mengaku senang karena Jokowi bisa hadir bersama masyarakat di Pulau Palue.
“Kami sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi di tempat kami, di tanah kelahiran ini,” katanya bahagia.
Warga tidak menyiapkan banyak tuntutan
Kemudian Nikodemus menuturkan, awalnya warga mengira Jokowi batal ke Palue karena sebelumnya rencana kunjungan tersebut sempat ditunda.
Tapi, belakangan mereka menerima kabar bahwa mantan Wali Kota Solo ini akan ke Palue dan bermalam bersama warga di Posko pengungsian.
Disebut Nikodemus, warga tidak menyiapkan banyak tuntutan untuk disampaikan.
Justru mereka ingin Jokowi melihat dan merasakan secara langsung kehidupan masyarakat yang masih berada di pengungsian.
“Kami berpikir dia ini mantan eksekutif negara, terus dia ini orang yang cukup dihargai di mata negara, sehingga kami berpikir pasti dia punya ada sesuatu yang dia bisa berikan untuk kami,” katanya berharap.
Karenanya, demikian Kompas.com melansir, Nikodemus Lowo berkeyakinan Jokowi telah mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Palue, baik melalui pemberitaan media maupun informasi lainnya. (P-*/jr)