Bangkai KM Virgo bergeser tapi masih terlihat di bawah permukaan laut, TNI AL ubah strategi evakuasi

Herling Tumbel
Kamis, 17 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/9/26 (Banjarmasin): Posisi bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan kembali bergeser dan kini telah tenggelam di bawah permukaan air laut. Meski demikian, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memastikan bahwa keberadaan fisik kapal yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa tersebut masih dapat terlihat secara visual.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, menjelaskan bahwa bangkai kapal terpantau bergeser sejauh 450 meter dari posisi terakhirnya. Secara akumulatif, kapal telah terseret sejauh 2.963 meter dari titik koordinat awal kecelakaan.

“Bagian kapal yang kemarin terlihat berwarna merah sekarang sudah berada di bawah permukaan air, tapi masih terlihat,” kata Kolonel Galih saat konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu (16/9/26) malam WIB.

Perubahan strategi tim penyelam

Tenggelamnya badan kapal ke bawah permukaan laut memaksa tim SAR gabungan untuk mengubah rencana operasi penyelaman. Tim penyelam kini harus melakukan observasi ulang guna memastikan kondisi terkini kapal sesuai dengan data dan gambar yang diperoleh pada tahap awal.

Untuk menghadapi tantangan bawah air ini, TNI AL menerjunkan personel khusus yang memiliki kualifikasi tinggi, yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI AL.

Seluruh pergerakan tim elit ini dipantau langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II guna memastikan keselamatan dan efektivitas evakuasi yang dilakukan secara bertahap.

Dilaporkan, sebelum tenggelam seluruhnya, KM Virgo Transport 8 sempat terombang-ambing dalam kondisi terbalik dengan sebagian badan kapal masih mengapung.

Data korban: 129 penumpang masih dicari

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut tersebut bermula saat KMP Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/26).

Kapal kemudian dihantam cuaca buruk hingga hilang kontak, sebelum akhirnya ditemukan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/26) pukul 02.00 Wita.

Hingga operasi SAR hari keempat (Rabu, 16/9/26 pukul 22.00 Wita), Basarnas merilis pembaruan data manifes penumpang terbaru.

Total penumpang 243 orang, korban selamat 108 orang, korban meninggal dunia 6 orang, dan korban belum ditemukan 129 orang.

Pihak Basarnas menyebutkan, operasi pencarian dan penyelamatan terus dioptimalkan di sekitar perairan Masalembo untuk menemukan sisa korban yang masih hilang. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025