Kantor Wali Kota Batam di Geruduk Ratusan Buruh PT Ghim Li

Giovanni Riung
Rabu, 16 September 2026
DAERAH 0 55
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/9/26 (Batam): Ratusan buruh PT Ghim Li Indonesia mengepung Kantor Wali Kota Batam pada Rabu (16/9/2026) pagi. Bahkan, emak-emak buruh terlibat perdebatan sengit melawan petugas Satpol PP demi menemui Wali Kota Batam secara langsung. Aksi nekat emak-emak ini terpicu oleh ketidakpastian nasib 1.025 pekerja garmen yang menghadapi ancaman PHK massal di Kepulauan Riau.

Sementara itu, perusahaan di Kawasan Tunas Industri tersebut mengalami krisis finansial akibat penghentian pesanan baju dari Amerika Serikat. Sebab, konflik internal pergantian manajemen memperburuk kondisi keuangan pabrik hingga terancam tutup total. Selain itu, para buruh mendesak Pemko Batam agar segera menggelar mediasi tripartit bersama pimpinan perusahaan. Aparat Pemko Batam menahan gelombang massa buruh di depan pintu gerbang utama balai kota.

Selanjutnya, para pekerja menuntut pembayaran penuh tunggakan gaji bulan Agustus yang belum cair hingga pertengahan September. Oleh karena itu, perwakilan buruh meminta ketegasan pemerintah daerah terkait kepastian pembayaran pesangon seluruh karyawan. Tuntutan hak pekerja ini menjadi poin utama negosiasi antara serikat buruh dengan pejabat Pemko Batam.

Bukan hanya itu, terhentinya ekspor garmen melumpuhkan seluruh aktivitas produksi di dalam area Kawasan Tunas Industri. Di sana, ribuan buruh kehilangan sumber penghasilan utama akibat ancaman penutupan operasional pabrik. Sebab itu, serikat pekerja mengancam akan bertahan di kantor wali kota hingga menerima keputusan resmi.

Petugas Satpol PP memperketat barikade pengamanan di sekitar halaman Kantor Wali Kota Batam. Perwakilan buruh menyuarakan orasi secara bergantian guna memperjuangkan nasib 1.025 karyawan PT Ghim Li Indonesia. (P-Boly)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025