Viral Minta Tolong Pulang! Lima Warga Batam Terjebak di Kamboja

Giovanni Riung
Kamis, 17 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/9/26 (Batam): Rekaman video lima pria meminta bantuan evakuasi dari Kamboja mendadak viral di berbagai platform media sosial. Bahkan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam Rudi Panjaitan mengonfirmasi kebenaran data identitas kelima warga tersebut. “Ya, mereka sudah komunikasi. Sudah menyampaikan nama-namanya, nama-namanya sudah pas semua,” kata Rudi Panjaitan di Batam pada Selasa (15/9/2026).

Sementara itu, Pemkot Batam menggandeng BP2MI, Kementerian Luar Negeri, serta KBRI Kamboja guna melacak posisi para korban. Sebab, pemerintah daerah mengusut indikasi pelanggaran prosedur pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam Rudi Panjaitan menegaskan pentingnya penyelidikan latar belakang keberangkatan korban. “Dan koordinasinya BP2MI, Kemlu, dan Kedubes Kamboja,” tambahnya di Kepulauan Riau.

Selanjutnya, tim diplomatik Indonesia di Phnom Penh mengumpulkan informasi terkait aktivitas kelima warga di Kamboja. Oleh karena itu, petugas mengecek legalitas dokumen keimigrasian serta status ketenagakerjaan para korban di sana. Langkah verifikasi data ini menentukan skema perlindungan hukum serta proses pemulangan ke Tanah Air.

Bukan hanya itu, Pemko Batam mengimbau masyarakat agar mewaspadai tawaran kerja ilegal di luar negeri. Di sana, KBRI siap mendampingi proses evakuasi setelah memverifikasi kondisi keamanan kelima warga Batam tersebut. Sebab itu, aparat kepolisian mendalami dugaan keterlibatan sindikat penyalur tenaga kerja nonprosedural.

Petugas BP2MI menyiapkan fasilitasi penanganan kedatangan di pelabuhan pintu masuk Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan otoritas Kamboja demi menjamin keselamatan seluruh korban. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025