Jet tempur AS menghancurkan bangunan kantor polisi pencegahan di Teheran, yang menjadi kamp penyiksaan bagi orang-orang Iran yang tidak bersalah.(israelpersian)PRIORITAS, 5/3/26 (Washington): Militer Israel dan Amerika Serikat kini menguasai wilayah udara Iran dan sudah menjatuhkan sekitar 7.000 bom dalam serangan ke Iran, hingga hari keenam operasi Roaring Lion dan Epic Fury.
“Dua angkatan udara terkuat di dunia mendominasi langit di atas negara sponsor teror terbesar dunia (Iran)” pernyataan United State Central Command (US Centcom) atau Komando Pusat AS seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (5/3/26).
Secara gabungan, AS dan Israel telah menyerang hampir 2000 target di Iran.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengungkapkan jet-jet tempurnya telah menembakkan sekitar 5.000 bom secara presisi ke target di Iran.
Sedangkan militer AS melalui Komando Pusat (US Centcom) mengatakan sudah menyerang Iran dengan sekitar 2.000 bom.
“Hingga Rabu, Angkatan Udara Israel telah menjatuhkan lebih dari 5.000 bom selama serangan di Iran sejak awal konflik”, kata pejabat militer Israel.
Pihak militer Israel menambahkan jet tempur Angkatan Udara Israel (IAF) terus memperdalam superioritas udara di seluruh Iran, dengan penekanan pada wilayah Teheran.
Para pejabat IDF menggambarkan konflik tersebut sebagai kampanye militer gabungan skala penuh pertama antara Israel dan AS.
Dua minggu lagi
Militer Israel berencana untuk melancarkan operasi setidaknya satu atau dua minggu lagi terhadap Iran.
“Israel bertujuan untuk menyerang ribuan target rezim Iran lainnya”, demikian pernyataan pejabat pertahanan Israel seperti dilaporkan The Times of Israel.
Tujuan Israel adalah pelemahan sistematis terhadap rezim Iran dan situs-situs militernya.
Rencana tersebut diumumkan beberapa hari setelah dimulainya kampanye pengeboman besar-besaran terhadap Iran.
Seorang perwira angkatan udara Israel mengatakan telah menewaskan ribuan tentara Iran
“Dalam dua hari terakhir, kami telah membunuh ribuan pasukan Iran,” kata komandan Pangkalan Udara Ramat David, Kolonel “Aleph,” yang hanya diidentifikasi dengan inisial pertamanya dalam bahasa Ibrani — dalam sebuah video yang diterbitkan militer Israel.
Komandan pangkalan udara itu mengatakan dia telah berpartisipasi dalam serangkaian serangan terhadap kompleks militer Iran yang besar di Teheran timur.
“Beberapa detik sebelum saya menjatuhkan bom, saya melihat ke kanan dan ke kiri, dan melihat puluhan jet tempur di samping saya. Mereka terbang bebas, menjatuhkan ratusan ton amunisi presisi dan menghancurkan target,” tambahnya.

Bangunan Kantor Polisi 153 di lingkungan Valiaser, Teheran, yang menjadi markas penculikan dan penyiksaan terhadap para pengunjukrasa Iran, hancur dibom AS. (irannews9)
Serangan skala besar
Angkatan Udara Israel mengatakan telah melakukan serangan berskala besar di Teheran pada hari kelima, dengan menargetkan kompleks besar militer Iran, yang menampung markas dan personel dari seluruh aparat keamanan Iran.
“Lebih dari 100 jet tempur melakukan serangan udara terhadap kompleks di timur Teheran, menjatuhkan lebih dari 250 bom”, kata IDF.
Di kompleks tersebut, kata IDF, mereka menghantam markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Pasukan Quds IRGC, direktorat intelijen, dan pasukan paramiliter Basij.
Jet tempur Isael juga mengebom unit siber Iran, unit pasukan khusus dari pasukan keamanan internal Iran, dan unit “penindasan protes” dari pasukan keamanan internal.
Selain itu, sebuah peluncur rudal balistik Iran yang bersenjata di daerah Kermanshah di Iran barat dihancurkan jet tempur F-35I Israel.
Gelombang serangan udara Israel yang luas di Iran tengah dan barat, menghancurkan puluhan peluncur rudal balistik dan sistem pertahanan udara Iran.
Menurut IDF, beberapa peluncur rudal tersebut dipersenjatai untuk menyerang Israel, dan mereka dihantam saat tentara Iran sedang mengoperasikannya.
“Angkatan Udara Israel terus menyerang lokasi peluncuran rudal untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan terhadap Negara Israel”, tambah militer tersebut.
IAF juga menghancurkan sistem pertahanan udara dan deteksi Iran di Bandara Mehrabad di Teheran.
Menurut IDF, setidaknya telah terjadi 11 gelombang serangan di Teheran sejak awal konflik, termasuk setidaknya dua serangan baru pada hari Rabu waktu setempat.

Peluncur rudal Iran hancur terbakar setelah diserang jet tempur Amerika Serikat dalam operasi Epic Fury hari keenam serangan terhadap Iran.(uscentcom)
Pembagian tugas
Militer Israel juga mengungkapkan bagaimana mereka membagi tugas dengan militer Amerika Serikat, selama serangan tersebut.
Pembagian itu berdasarkan secara geografis, jenis target, dan keunggulan relatif.
Secara geografis, IAF beroperasi melawan peluncur rudal balistik Iran dan aset militer lainnya di Iran barat dan tengah, karena Iran menembakkan rudal balistik jarak jauh ke Israel dari daerah-daerah tersebut.
Sedangkan militer Amerika Seikat beroperasi melawan peluncur rudal Iran di selatan Iran, karena Iran telah menggunakan daerah-daerah tersebut untuk menembakkan rudal jarak pendek ke pangkalan-pangkalan AS di Teluk.
Dalam hal jenis target, Israel dan AS juga membagi tugas mereka.
Militer Amerika, misalnya, bertanggung jawab untuk menargetkan seluruh Angkatan Laut Iran.
Sementara Israel berfokus pada target lain, berdasarkan keunggulan relatif, seperti situs-situs rezim di Teheran.
Selain itu, Israel sangat bergantung pada kemampuan pengisian bahan bakar udara militer AS.
Militer AS memiliki armada pengisian bahan bakar sekitar 10 kali lipat dibandng Israel.
Puluhan pesawat tanker pengisian bahan bakar AS telah ditempatkan di Israel di tengah konflik tersebut.
Para pejabat militer Israel menggambarkan konflik tersebut sebagai perang gabungan skala penuh pertama antara Israel dan AS, menyusul perencanaan bersama yang ekstensif dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut IDF, terdapat “sel koordinasi gabungan” di Israel dan AS yang beroperasi di tengah kampanye tersebut, menyinkronkan intelijen, target, dan pertahanan. Lebih dari 1.000 tentara Amerika ditempatkan di Israel.(P-Jeffry W)