
Trump berbicara tentang ancaman terhadap dirinya dari Iran setelah menaiki pesawat kepresidenan yang diberikan Qatar kepadanya (Reuters).PRIORITAS, 12/8/26 (Turki): Presiden Amerika Serikat Donald Trump diam-diam berganti pesawat saat meninggalkan KTT NATO di Turki bulan lalu. Operasi penyelamatan terselubung ini bertujuan untuk menghindari ancaman rudal dari pihak Iran.

Media AS Washington Post pertama kali mengungkap strategi rahasia ini. Intelijen Amerika Serikat sebelumnya mendeteksi potensi serangan yang menargetkan pesawat kepresidenan. Ancaman nyata ini mendorong Secret Service merancang skenario penyamaran tanpa pengetahuan para wartawan.
Trump terekam kamera media menaiki pesawat Air Force One di Bandara Ankara pada 8 Juli. Namun, petugas langsung memindahkan Trump ke pesawat militer C-32A secara rahasia. Tim keamanan memanfaatkan truk katering yang terhubung di pintu sisi berlawanan untuk proses pemindahan tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth turut menaiki pesawat C-32A melalui tangga luar untuk memberi kesan penerbangan normal. Di saat bersamaan, petugas meminta rombongan wartawan di pesawat Air Force One untuk menutup tirai jendela sepanjang perjalanan seperti dilansir oleh BBC.


Ia kemudian menaiki pesawat yang dihadiahkan Qatar untuk terbang dari Inggris ke Amerika Serikat (Reuters).
Guna mengelirukan musuh, pesawat C-32A yang membawa Trump memakai panggilan penerbangan (call sign) “Reach 18”. Sementara itu, pesawat yang mengangkut rombongan pers tetap memakai panggilan “Air Force One” sebagai umpan.
Trump sempat transit di Inggris sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Washington menggunakan pesawat Boeing 747-8 hibah dari Qatar. Trump pun mengakui tingginya risiko keselamatan yang ia hadapi saat memberikan tanggapan kepada wartawan.
“Saya selalu menghadapi ancaman terhadap nyawa saya, dan saya berada di urutan pertama dalam daftar target mereka,” tegas Trump.
Juru Bicara Steven Cheung maupun Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tidak memperlihatkan laporan penukaran pesawat tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah terus meningkatkan sistem keamanan armada kepresidenan. Langkah ini sangat krusial untuk melindungi presiden dari berbagai ancaman luar. (P-Gio R)

