Juru bicara Kementrian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang.(courtesy antara)PRIORITAS, 6/3/26 (Jakarta): Indonesia sebagai ketua organisasi Developing Eight (D-8), terus mendorong deeskalasi untuk mencegah konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin meluas.
“Sebagai Ketua D-8, RI juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3/26).
Yvonne mengatakan Indonesia senantiasa menjaga komunikasi dengan seluruh anggota D-8 lainnya, khususnya terkait dengan dinamika situasi yang terjadi saat ini.
Terkait pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta pada April mendatang, ia menyatakan persiapan untuk agenda tersebut masih berjalan sesuai rencana.
“Hingga saat ini, Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan dan terus berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8,” ucap Yvonne.
Dia juga memastikan status keanggotaan Iran di organisasi D-8 sama sekali tidak terdampak dengan dinamika yang terjadi dengan AS dan Israel saat ini.
D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki.
Azerbaijan menjadi negara anggota terbaru D-8 yang bergabung pada Desember 2024.
Berharap D-8 mengutuk
Sebagai puncak rangkaian keketuaan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026, yang akan didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi serta pertemuan tingkat menteri luar negeri.
KTT D-8 itu mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berharap agar D-8 secara tegas mengutuk penyerangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Hal itu merupakan bentuk dukungan konkret yang diharapkan Iran terhadap negara-negara anggota D-8 agar deeskalasi dapat tercapai.
“Berkaitan dengan D-8, kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara kami,” ujar Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman resmi Dubes Iran di Jakarta, Senin (2/3).
Dubes Boroujerdi berharap agar organisasi D-8 dapat berdiri di sisi yang benar dari sejarah, dan memberikan pernyataan kutukan serius terhadap penyerangan yang terjadi di Iran. (*-r/P-Jeffry W)