
Petenis putri Belarusia Aryna Sabalenka membalikkan bola ke petenis putri Amerika Serikat Amanda Anisimova saat final tunggal putri Kejuaraan Tenis AS Terbuka 2025 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (6/9/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Wu Xiaoling)
PRIORITAS, 5/2/26 (Doha): Petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka yang gagal di final Australian Open pekan lalu, mengundurkan diri dari Qatar TotalEnergies Open yang akan berlangsung, 8 hingga 14 Februari 2026 di Doha, dengan alasan perubahan jadwal.

Namun, petenis No.1 dunia itu, masih dijadwalkan untuk bermain di ajang WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships pekan berikutnya. Dengan mundurnya Sabalenka, Iga Swiatek akan menjadi unggulan teratas pada turnamen WTA 1000 Doha pertama musim ini tersebut.
Sabalenka, petenis berusia 27 tahun itu memulai musim WTA Tour dengan 11 kemenangan beruntun, termasuk gelar di Brisbane, tetapi kalah dari Elena Rybakina di final Australian Open. Dalam upayanya meraih gelar ketiga dalam kariernya di Melbourne, Sabalenka sempat unggul 3-0 di set ketiga yang menentukan tetapi kehilangan enam dari tujuh gim terakhir.
10 petenis top ikut

Dikutip dari WTA, Kamis (5/2/26), Sabalenka memenangi gelar di Doha pada debutnya pada 2020, tetapi sejak saat itu ia mengalami dua kemenangan dan tiga kekalahan di turnamen tersebut, termasuk kekalahan dari Ekaterina Alexandrova pada babak pertama tahun lalu.
Selain Jessica Pegula, yang juga mengundurkan diri dari turnamen, seluruh petenis Top 10 lainnya akan ikut serta dalam Qatar TotalEnergies Open. Petenis peringkat 34 dunia Lois Boisson juga mengundurkan diri dari Doha karena cedera kaki seperti dikutip Antara. Ia juga akan absen di Dubai. Petenis peringkat 46 dunia Emiliana Arango dan petenis peringkat 57 dunia Cristina Bucsa akan menggantikan Sabalenka dan Boisson di undian babak utama. (P-wr)

