Fundamental ekonomi menguat, Prabowo tegaskan komitmen jaga stabilitas nasional

Johanes Christiaan
Jumat, 13 Februari 2026
2 menit membaca

Ratas Ekonomi: Fundamental Nasional Tunjukkan Ketahanan dan Akselerasi

PRIORITAS, 13/2/2026 (Jakarta): Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik dunia, Indonesia justru mengirimkan pesan tegas ke panggung internasional: ekonominya tetap melaju kuat. Dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu, pemerintah menegaskan optimisme nasional berbasis data.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen—tertinggi di antara negara-negara anggota G20—sementara pertumbuhan tahunan tetap solid di angka 5,11 persen, menandai ketahanan ekonomi nasional di tengah turbulensi global.

“Pertumbuhan secara year-on-year ini sangat baik,” ujar Menko Ekon.

Dari sisi sektor riil, aktivitas manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi dengan indeks 52,6. Sementara itu, tingkat keyakinan konsumen pada Januari menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya.

“Indeks keyakinan konsumen naik menjadi 127. Mengacu pada Mandiri Spending Index, angkanya berada di 372,5,” jelas Airlangga.

Kinerja konsumsi domestik turut menunjukkan tren positif. Penjualan riil tercatat tumbuh 7,9 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan Desember yang tumbuh 3,5 persen.

Perdagangan, investasi, dan stabilitas ekonomi tetap terjaga

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus 68 bulan berturut-turut, dengan surplus Desember sebesar 2,51 miliar dolar AS. Realisasi investasi PMA-PMDN mencapai Rp1.931,2 triliun, sementara cadangan devisa tetap kuat di level 154,6 miliar dolar AS. Pertumbuhan kredit juga tercatat tinggi, mencapai 9,69 persen.

Airlangga melanjutkan bahwa peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade dari berbagai lembaga pemeringkat internasional. Namun, ia menyoroti outlook negatif dari Moody’s yang perlu diantisipasi melalui kebijakan fiskal dan pendapatan negara yang lebih optimal.

“Hal ini perlu diperhatikan khususnya terkait penguatan penerimaan negara dan rencana pengelolaan Danantara,” ujarnya.

Rapat terbatas tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat akselerasi pertumbuhan nasional. Di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia terbukti tetap kuat dan menunjukkan arah pertumbuhan yang semakin solid. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025