
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah (Ist)PRIORITAS, 18/4/26 (Manado): Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara berupaya terus menggenjot peran Pelabuhan Bitung menjadi jalur ekspor langsung ke luar negeri tanpa melalui pelabuhan transit.

Langkah ini dilakukan lewat skema Direct Call International Shipment, yang akan memungkinkan pengiriman peti kemas bisa langsung ke negara tujuan ekspor, khususnya di kawasan Asia Timur.
Menurut Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, posisi geografis pelabuhan Bitung sangat strategis karena dekat dengan pasar besar seperti Tiongkok.
“Bitung berada pada posisi yang menguntungkan untuk konektivitas langsung ke luar negeri,” ujarnya dalam kegiatan Media Gathering di Manado (16/4/26).

Uji Coba Ekspor Sudah Dilakukan
Bea Cukai mencatat, skema ekspor langsung melalui Pelabuhan Bitung telah diuji coba sebanyak dua kali dan menunjukkan hasil positif. Upaya ini diharapkan terus berlanjut hingga menjadikan Bitung sebagai pintu ekspor utama di kawasan timur Indonesia.
Dalam tahap awal, Bitung juga diproyeksikan menjadi pusat distribusi (hub) bagi wilayah sekitarnya, seperti Maluku dan Sulawesi Tengah.
Perikanan hingga Perkebunan Mulai Ekspor Langsung
Sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Utara mulai memanfaatkan jalur ini, terutama sektor perikanan yang telah diekspor langsung ke negara seperti Korea Selatan dan Jepang tanpa melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, komoditas perkebunan seperti kelapa dan pala juga mulai didorong untuk menembus pasar global melalui Pelabuhan Bitung.
Optimistis Jadi Gerbang Ekspor Timur Indonesia
Dengan dukungan fasilitas pelabuhan yang memadai, termasuk kedalaman laut serta sarana pendukung lainnya, Bea Cukai optimistis Bitung dapat berkembang menjadi pelabuhan internasional yang kompetitif.
Penguatan peran ini diharapkan mampu memangkas waktu dan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor dari kawasan timur Indonesia. (P-Sem)

