Menurutnya, tantangan yang bakal dihadapi pada Pemilu 2029 akan kian besar dan kompleks.
“Maka dari itu, soliditas dari seluruh kader Partai Golkar Provinsi Jakarta wajib kita kedepankan dan wajib kita bekerja bersama. Berkomuikasi serta berkoordinasi,” ujarnya.
Ini menjadi masa kepemimpinan kedua bagi Manajer Timnas U-23 itu dalam memimpin partai berlambang pohon beringin di Jakarta.
Zaki dinilai berhasil membesarkan Golkar
Selama periode pertamanya pada 2020–2025, Zaki dianggap berhasil membesarkan Partai Golkar DKI melalui berbagai pencapaian politik yang positif.
Dalam Pemilu Legislatif 2024, jumlah kursi Golkar di DPRD DKI Jakarta maupun DPR RI mengalami peningkatan.
Jumlah kursi Golkar di DPRD DKI meningkat dari enam menjadi sepuluh, sementara di DPR RI bertambah dari satu menjadi dua kursi.
Sebelum Zaki ditetapkan secara aklamasi, pimpinan sidang Musda XI, Zulfikar Arse Sadikin, terlebih dahulu menanyakan persetujuan peserta terkait pencalonan Zaki sebagai Ketua DPD Golkar Jakarta.
“Karena hanya ada satu calon maka dengan ini kita tetapkan Zaki Iskandar menjadi Ketua Golkar DKI Jakarta periode 2025-2030, apakah setuju?” ujar Zulfikar Arse Sadikin.
Seluruh peserta sidang menyatakan persetujuan secara bulat. Alhasil, Musda XI menetapkan Ahmed Zaki Iskandar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jakarta periode 2025–2030 lewat aklamasi.
Setelah itu, pimpinan sidang menyerahkan Panji Kebesaran Partai Golkar kepada Zaki sebagai simbol kepemimpinan.
“Kami serahkan Panji Kebesaran Partai Golkar untuk dikibarkan di seluruh penjuru Jakarta,” ujar Arse ketika menyerahkan panji partai kepada Zaki Iskandar. (P-*r/Zamir Ambia)


