Hasil penjualan minyak Venezuela disimpan di Qatar atas nama Amerika Serikat

Jeffry Wuisan
Selasa, 17 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/2/26 (Washington): Pendapatan dari penjualan minyak Venezuela telah menembus 1 miliar dollar AS. Namun uang tersebut disimpan di Qatar atas nama Amerika Serikat (AS).

Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan dana hasil penjualan minyak Venezuela tersebut disimpan dalam rekening Departemen Keuangan AS.

“Sebuah rekening dibuka di Qatar, yang selama ini dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah AS, untuk menampung dana tersebut dan kemudian menyalurkannya kembali ke Venezuela,” kata Wright, seperti dirilis Kompas.id dikutip dari NBC News.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil alih penjualan minyak Venezuela, setelah menangkap Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer bulan lalu.

Pekan ini, Wright bertemu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam kunjungan pejabat tinggi AS pertama, yang berfokus pada kebijakan energi ke negara anggota OPEC tersebut dalam hampir tiga dekade.

Wright menjelaskan, pemerintah AS sebelumnya menyetor 500 juta dollar AS hasil awal penjualan minyak ke rekening di Qatar sebelum dana tersebut dipindahkan kembali ke Venezuela.

Skema tersebut menuai pertanyaan dari kalangan Demokrat di Kongres AS terkait transparansi dan legalitasnya.

Senator Chuck Schumer dan Senator Adam Schiff mengajukan rancangan undang-undang yang menginstruksikan Government Accountability Office, untuk melakukan audit independen terhadap rekening Qatar tersebut.

 

Risiko klaim kreditur

Menurut Wright, penempatan dana di Qatar dilakukan karena adanya risiko kreditur Venezuela mencoba menyita dana tersebut apabila langsung ditempatkan di rekening bank AS.

Venezuela menghadapi klaim utang senilai puluhan miliar dollar AS, akibat gagal bayar utang negara dan nasionalisasi aset perusahaan minyak seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips.

“Karena Venezuela memiliki begitu banyak kreditur dan utangnya sangat besar, ada risiko jika kami langsung menempatkannya di rekening bank AS yang baru dibuka, para kreditur bisa membekukan dana tersebut,” kata Wright.

Menurut dia, AS pada akhirnya ingin para kreditur mendapatkan kembali uang mereka, tetapi dana itu sangat mendesak untuk disalurkan ke Venezuela.

AS juga menghadapi persoalan terkait pengakuan pemerintahan. Washington tidak secara resmi mengakui pemerintahan yang dipimpin Rodríguez.

Pada masa jabatan pertamanya tahun 2019, Trump mengakui Majelis Nasional Venezuela hasil pemilu 2015 yang dipimpin oposisi sebagai otoritas sah.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025