Ilustrasi – Wanita sedang buang air kecil. (Courtesy: freepik)Disclaimer: Bacaan khusus orang dewasa
PRIORITAS, 2/1/25 (Jakarta): Sebenarnya, buang air kecil setelah berhubungan seks bukanlah hal yang wajib. Namun, kebiasaan ini bisa membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih (ISK), terutama bagi wanita.
Dikutip dari Health Line, kebiasaan buang air kecil setelah bercinta bermanfaat bagi mereka (wanita) yang rentan mengalami ISK. Perjalanan bakteri dari uretra ke kandung kemih pada wanita memang relatif singkat, sehingga risiko infeksi lebih besar.
ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan kemudian mencapai kandung kemih. Pada wanita, posisi uretra yang sangat dekat dengan vagina membuat risiko perpindahan bakteri jadi lebih tinggi.
Dengan buang air kecil, bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat berhubungan seks bisa ikut terbawa keluar bersama urin. Meski bukan jaminan 100% terhindar dari ISK, cara ini dinilai cukup efektif sebagai langkah pencegahan.
Bagi pria – yang memiliki penis – uretra jauh lebih panjang sehingga risiko bakteri mencapai kandung kemih lebih rendah. Jadi, buang air kecil setelah seks mungkin tidak sepenting itu bagi pria.
Idealnya, usahakan buang air kecil dalam waktu 30 menit setelah berhubungan seks. Semakin cepat, semakin baik efek pencegahannya.
Kendati demikian, tidak buang air kecil setelah seks bukan berarti pasti akan terkena ISK. Namun, menahan urin terlalu lama – baik setelah berhubungan maupun dalam kondisi biasa – memang bisa meningkatkan risiko infeksi.
Bagi yang sering mengalami ISK berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan konsumsi antibiotik atau terapi pencegahan lainnya.
Dilansir dari wolipop, kesimpulannya, buang air kecil setelah seks adalah cara mudah untuk membantu menurunkan risiko ISK, terutama bagi wanita yang lebih rentan. Padukan dengan minum cukup air dan tidak menahan pipis terlalu lama, dan kesehatan saluran kemih akan lebih terjaga. (P-hdt)