Kelompok HAM melaporkan korban tewas demonstrasi Iran mencapai 2.403 orang

Armin Mandika
Rabu, 14 Januari 2026
1 menit membaca

PRIORITAS,14/1/26 (Jakarta): Demonstrasi di Iran telah memakan korban sebanyak 2.403 orang meninggal dunia. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan Selasa, (13/1/26) jumlah korban tewas itu meliputi anak di bawah 18 tahun.


Adanya jumlah ini menandai peningkatan signifikan korban jiwa dalam demo panas di Iran. Sebelumnya, HRANA sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia melaporkan 1.850 meninggal dunia dalam unjuk rasa tersebut. Hanya saja CNN sejauh ini belum bisa memverifikasi secara independen laporan HRANA tersebut.

Seperti diketahui, Iran didera demo besar-besaran sejak 28 Desember lalu. Aparat keamanan bentrok dengan pedemo usai unjuk rasa berujung ricuh.

Dilaporkan, sejumlah massa membakar gedung-gedung pemerintah dan masjid. Banyak pula massa yang merobek bendera nasional Iran.


Awalnya demo di Iran dipicu krisis ekonomi. Namun, demo meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Pihak Iran telah mewanti-wanti bahwa demo ditunggangi Amerika Serikat dan Israel. AS dan Israel sejak awal mendukung rakyat Iran menggulingkan Khamenei.

Donald Trump membuka sejumlah opsi untuk mengintervensi, termasuk meluncurkan serangan militer. Iran sementara itu menyatakan siap berperang dan akan melancarkan serangan antisipasi apabila AS dan Israel nekat ikut campur. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan