Biaya energi membengkak, Apindo ingatkan ancaman eksodus investor dari Batam

Johanes Christiaan
Selasa, 13 Januari 2026
DAERAH EKBIS 0 367
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/1/2026 (Batam): Kenaikan harga gas bumi mengancam daya saing industri di Batam. Penurunan pasokan gas dari Sumatera sejak 2024 memaksa PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengandalkan impor LNG dengan harga lebih mahal, sehingga tarif gas industri melonjak ke kisaran US$13–16,5 per MMBTU.

Kondisi ini menekan biaya produksi sektor manufaktur di kawasan industri Batam, termasuk Batamindo Industrial Park, yang selama ini sangat bergantung pada pasokan energi gas. Dampaknya, struktur biaya perusahaan meningkat signifikan dan berpotensi menurunkan daya tarik Batam sebagai tujuan investasi.

Tak hanya industri, masyarakat juga terdampak melalui kelangkaan LPG 3 kilogram yang memicu antrean panjang dan kenaikan harga di tingkat pengecer. Situasi ini mencerminkan kerentanan sistem energi Batam, baik untuk industri, pembangkit listrik, maupun kebutuhan rumah tangga.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan lonjakan harga gas industri telah membebani arus kas perusahaan. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan tarif listrik PLN Batam akibat mahalnya biaya gas untuk pembangkit.

“Biaya produksi naik signifikan. Jika dibiarkan, daya saing Batam akan menurun dan investor bisa berpikir ulang,” ujar Rafki, Minggu (12/1/2026).

Ia menilai negara-negara tetangga di Asia Tenggara menawarkan biaya energi yang lebih murah, sehingga lebih menarik bagi ekspansi industri. Untuk itu, Apindo mendesak pemerintah segera membuka sumber pasokan baru, terutama mengaktifkan jalur gas Natuna–Batam yang telah lama diwacanakan.

Menurut Rafki, pemerintah juga perlu memprioritaskan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri dibanding ekspor, guna menjaga keberlanjutan industri dan stabilitas ekonomi daerah.

Meski pemerintah mendorong pembangunan jaringan gas rumah tangga dan menjajaki pasokan dari Natuna, langkah tersebut dinilai belum cukup cepat meredam tekanan biaya energi yang saat ini membayangi industri Batam. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025