
Foto ilustrasi kapal tanker Venezuela. (Dok/Reuters)PRIORITAS, 8/1/26 (Jakarta): Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah keras untuk memperketat penguasaan terhadap sektor minyak Venezuela. Washington menyita dua kapal tanker yang masuk dalam daftar sanksi serta mengumumkan skema pelonggaran sanksi secara terbatas, guna memastikan Amerika Serikat dapat memantau penjualan minyak Venezuela di pasar internasional.

Kebijakan itu disampaikan pada Rabu (7/1/26) waktu setempat sebagai bagian dari upaya AS mengendalikan distribusi minyak Venezuela, menyusul operasi mendadak yang berujung pada tumbangnya Presiden Nicolás Maduro.
Departemen Energi AS menegaskan seluruh kegiatan ekspor dan impor minyak Venezuela wajib melalui mekanisme yang mendapat persetujuan Amerika Serikat dan selaras dengan kepentingan keamanan nasional Washington.
Kebijakan tersebut memberi Amerika Serikat posisi dominan atas cadangan minyak mentah Venezuela, salah satu terbesar di dunia. Melalui kendali ini, Washington memiliki ruang untuk memengaruhi pasokan sekaligus pergerakan harga minyak di pasar global.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan ambisi pemerintahan Trump dalam menentukan arah masa depan Venezuela lewat penguasaan sektor energi strategis.
Tanggapan Wakil Presiden AS
Wakil Presiden AS, JD Vance menilai pengendalian sektor energi sebagai instrumen tekanan ampuh. Ia menegaskan Amerika Serikat mampu mengatur kondisi keuangan Venezuela dengan menentukan tujuan penjualan minyak negara tersebut.
Menurutnya, tekanan ekonomi tersebut dapat dilakukan tanpa mengorbankan nyawa warga Amerika.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan, minyak yang disita dari kapal-kapal tanker akan dijual sebagai bagian dari kesepakatan baru antara Washington dan otoritas sementara Venezuela. Dalam kesepakatan itu, Venezuela disebut akan memasok hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Rubio menyampaikan, otoritas sementara Venezuela menyadari satu-satunya cara agar penjualan minyak tetap berjalan dan ekonomi tidak kolaps ialah menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat.
Ia menekankan, pengawasan menyeluruh dari Washington menjadi faktor penentu keberlanjutan sektor energi Venezuela pada masa mendatang.
Kapal tanker Bella 1
Komando Eropa AS memastikan penyitaan kapal tanker Bella 1 di Atlantik Utara akibat pelanggaran sanksi. Kapal itu terdeteksi mencoba menghindari pembatasan ekspor minyak Venezuela. Selain itu, pasukan Amerika Serikat turut menguasai kapal M Sophia di Laut Karibia. Kedua kapal diketahui terakhir singgah atau tengah berlayar menuju Venezuela.
Penyitaan tersebut menambah daftar kapal tanker yang sebelumnya telah diamankan AS, termasuk Skipper dan Centuries. Upaya penegakan hukum ini disertai penyelidikan pidana terhadap awak kapal yang dianggap mengabaikan perintah Penjaga Pantai AS.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia memprotes tindakan AS setelah diketahui ada warga negara Rusia di antara awak kapal yang disita. Moskwa menuntut perlakuan manusiawi dan mengecam langkah Washington sebagai tindakan pembajakan terbuka, demikian informasi yang diterima dari apnews.com.

