Kemenhub catat 10,11 juta penumpang gunakan angkutan umum selama libur Nataru

Zamir Ambia
Minggu, 28 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/12/25 (Jakarta): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan peningkatan tajam jumlah penumpang angkutan umum selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam sembilan hari awal masa libur tersebut, sekitar 10,11 juta orang tercatat bepergian dengan berbagai moda transportasi umum.


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menjelaskan data tersebut merupakan hasil akumulasi perjalanan masyarakat sejak Rabu (18/12/25) atau H-7 Natal hingga Kamis (26/12/25), yakni sehari setelah perayaan Natal (H+1).

“Sebanyak lebih dari 10 juta orang telah melakukan perjalanan dengan angkutan umum selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tutur Titis dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (28/12/25).

Jumlah penumpang angkutan umum


Secara detail, jumlah penumpang angkutan umum tercatat 10.117.847 orang, naik 4,85 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 9.649.440 orang. Jika ditinjau per moda, pengguna kereta api mencapai 3.526.380 orang, penyeberangan 1.731.248 orang, angkutan laut 880.304 orang, angkutan udara 2.460.518 orang, serta angkutan darat melalui bus di Terminal Tipe A dan B sebanyak 1.519.397 orang.

Di luar angkutan umum, posko pusat Kemenhub turut mencatat pergerakan kendaraan selama masa Nataru. Berdasarkan data dari gerbang Tol Jakarta, sebanyak 1.582.977 kendaraan keluar dan 1.488.424 kendaraan masuk pada periode H-7 hingga H+1 Natal.

Di sisi lain, volume kendaraan yang melintas di gerbang Tol Jabodetabek tercatat mencapai 4.053.761 unit, sementara di gerbang Tol non-Jabodetabek sebanyak 3.370.029 kendaraan. Untuk ruas jalan arteri di wilayah Jabodetabek, pergerakan kendaraan keluar mencapai 4.768.603 unit dengan kendaraan masuk sebanyak 4.292.160 unit. Adapun di ruas arteri non-Jabodetabek, total arus kendaraan tercatat 4.770.273 unit.

Untuk mengantisipasi kepadatan serta antrean di jalan tol, Kemenhub telah menerbitkan surat keputusan bersama terkait pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Penerapan kebijakan tersebut dilakukan secara situasional berdasarkan diskresi Korlantas Polri.

“Kami terus menekankan kepada para operator untuk meningkatkan pengawasan operasional. Masyarakat juga diimbau mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca,” imbuh Titis.

Rutin memantau informasi cuaca

Sejalan dengan potensi kenaikan curah hujan serta cuaca ekstrem di berbagai daerah, Kemenhub mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan menyesuaikan rencana perjalanan. Koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Basarnas, serta aparat terkait, terus diperkuat guna mengantisipasi kemungkinan gangguan transportasi.

“Bagi masyarakat yang sedang bepergian dan berlibur, kami imbau untuk selalu berhati-hati, memperbarui informasi terutama terkait cuaca dan kepadatan lalu lintas melalui saluran resmi dan media sosial, serta mematuhi arahan petugas,” ucap Titis.

Kemenhub memastikan posko pusat angkutan Nataru beroperasi penuh selama 24 jam, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, sebagai pusat koordinasi nasional untuk memantau serta merespons perkembangan transportasi. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan