
Yvonne Mewengkang. (P-Isitmewa)PRIORITAS, 3/10/26 (Manado): Nama Yvonne Elizabeth Mewengkang kembali menjadi perhatian setelah diplomat asal Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, itu mendapat penugasan strategis sebagai Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia II untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Yvonne dilantik bersama dua pejabat diplomatik lainnya oleh Menteri Luar Negeri saat itu, Sugiono, pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berlangsung beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sementara posisi Menteri Luar Negeri selanjutnya beralih ke Arrmanatha Nasir.
Penugasan tersebut menempatkan Yvonne pada salah satu posisi penting dalam diplomasi multilateral Indonesia. Dalam jabatan barunya, ia antara lain akan menangani isu yang berkaitan dengan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.
Penempatan di New York bukan pengalaman baru bagi Yvonne. Ia sebelumnya pernah bertugas di Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York pada 2013–2016.

Setelah kembali ke Jakarta, Yvonne menjalani kursus diplomasi tingkat menengah dan kemudian mendapat sejumlah penugasan di Kementerian Luar Negeri, termasuk menangani kerja sama intra dan interregional Asia Pasifik dan Afrika serta isu perdamaian pada Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata.
Yvonne kembali mendapat tugas di New York pada 2018–2022 sebagai bagian dari Gugus Tugas Dewan Keamanan PBB Indonesia. Saat Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 2019, ia terlibat dalam pengorganisasian berbagai pertemuan yang berkaitan dengan isu keamanan internasional.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai diplomat yang berkecimpung dalam isu-isu multilateral. Profil USINDO juga mencatat Yvonne sebagai Foreign Service Officer Republik Indonesia. Latar pendidikan komunikasi di Universitas Sam Ratulangi serta gelar master bidang politik internasional dari American University.
Sebelum memperoleh penugasan terbaru, Yvonne menjabat sebagai Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI sekaligus Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan.
Posisi tersebut membuat publik cukup mengenal namanya. Sebab, ia kerap menyampaikan informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan hubungan luar negeri Indonesia serta berbagai agenda diplomasi internasional.
Kini, pengalaman komunikasi publik tersebut berpadu dengan pengalaman diplomasi multilateral yang telah ia jalani dalam beberapa penugasan di New York.
Yvonne memiliki latar belakang dari Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara. Perjalanan kariernya hingga kembali mendapat penugasan di markas diplomasi multilateral Indonesia di New York menjadi catatan tersendiri bagi daerah asalnya.
Namun, jabatan yang diembannya merupakan penugasan profesional dalam struktur diplomasi Republik Indonesia. Tugas utamanya tetap membawa kepentingan nasional Indonesia dalam forum PBB dan menjalankan mandat pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri.
Dengan pengalaman di Perwakilan Tetap RI untuk PBB, keterlibatan dalam Gugus Tugas Dewan Keamanan PBB, serta pengalaman sebagai juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne kini kembali ke New York dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam diplomasi multilateral Indonesia.
Penugasan itu sekaligus menambah panjang rekam jejak diplomat perempuan Indonesia yang berkiprah dalam forum internasional, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (P-*/sm)

