
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Talud dengan Inspektur Upacara (Irup) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane, Letkol Laut (P) Zunaidy S. Sanggel, S.H,
dihadiri jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Khusus Bupati, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Talaud. (Nelson Sangadi)PRIORITAS, 2/10/26 (Melonguane, Talaud): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Talaud, Kamis (1/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila. Terutama dalam kehidupan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.
Upacara berlangsung khidmat dan tertib dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane Letkol Laut (P) Zunaidy S. Sanggel, S.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Hadir dalam upacara tersebut jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Talaud. Hadir pula Staf Khusus Bupati, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan Forkopimda dalam peringatan tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga nilai kebangsaan dan memperkuat persatuan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Dalam amanatnya, inspektur upacara mengatakan, semangat Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai pengingat akan sejarah perjuangan para pahlawan revolusi yang gugur demi mempertahankan ideologi negara. Bagi masyarakat Talaud yang berada di garis depan berhadapan langsung dengan negara tetangga, pemahaman dan pengamalan Pancasila menjadi benteng utama dalam menjaga identitas nasional dan keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagi Kabupaten Kepulauan Talaud, katanya, nilai persatuan memiliki arti penting. Sebab, wilayah tersebut merupakan salah satu daerah terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan kawasan Filipina.
Karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai bagian dari peringatan seremonial, tetapi juga kiranya tercermin dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan ini juga berkaitan dengan peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Momen ini juga sebagai penghormatan kepada para korban yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
Menurut Sanggel, nilai sejarah menjadi bagian dari refleksi bagi masyarakat dan aparatur pemerintah agar persatuan nasional tetap terjaga. Terutama di tengah berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Doa tersebut menjadi bagian dari harapan agar kehidupan masyarakat tetap berada dalam suasana aman, rukun, dan saling menghormati.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Nilai persatuan, keadilan, dan kemakmuran kiranya menjadi landasan dalam menghadirkan kebijakan publik serta pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan setiap 1 Oktober tersebut menjadi momentum tahunan untuk mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan salah satu landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan posisi Talaud sebagai wilayah perbatasan, penguatan nilai kebangsaan kiranya berjalan seiring dengan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan terluar Indonesia. (P-Nelson Sangadi)

