
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?PRIORITAS, 29/9/26 (Jakarta): Warga Jakarta bernama Wintarko Setiawan (31) menanggung kerugian besar akibat dugaan penipuan berkedok rekrutmen petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta. Korban menyerahkan uang puluhan juta rupiah kepada pihak tak bertanggung jawab demi menggapai impiannya.

”Saya kerugian totalnya Rp70 juta, yang dia janjikan itu bisa membawa dan meloloskan saya menjadi petugas Damkar Jakarta,” ujar Wintarko di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (29/9/26).
Wintarko mengisahkan awal mula perkenalan dengan seorang guru SDN Kramat Jati pada Agustus 2025 lalu. Korban sebelumnya pernah mengikuti seleksi resmi Damkar pada periode 2018-2019 namun gagal.
Kenalan tersebut menawarkan bantuan jalur khusus untuk meloloskan Wintarko menjadi anggota Damkar. Korban menyetujui tawaran itu meski harus mencari pinjaman dana besar.

”Akhirnya guru itu mengenali saya sama pihak Damkar katanya bisa untuk meloloskan saya, dan akhirnya saya setuju. Terus saya mencari dananya juga, dana segitu tidak sedikit ya, apalagi seorang saya masyarakat kecil,” kata Wintarko.
Wintarko meminjam uang sebesar Rp70 juta dari Bank DKI dengan menyerahkan barang jaminan. Uang pinjaman tersebut berpindah tangan ke pelaku dengan harapan janji manis segera terealisasi.
Namun, janji meloloskan kerja tersebut berubah menjadi pengingkaran tanpa kejelasan hingga berganti tahun. Korban hanya mendapati kebohongan dari pihak terlapor.
”Dana sebesar itu sama dia cuma janji-janji aja, bilang katanya masuk, sampai saat ini tidak masuk. Dari Agustus 2025 sampai 2026 itu tidak ada perkembangannya juga, dan realisasinya tidak ada, nol besar,” tutur Wintarko.
Beban korban semakin berat karena harus membayar cicilan utang beserta bunga bank setiap bulannya. Total pengembalian pinjaman tersebut melonjak drastis dari jumlah awal.
”Saya kan berarti sudah setahun lebih bayarin. Minjam Rp70 juta kita mengembalikan tidak segitu, jadi Rp108 juta, karena di tiap bulannya kita bayar Rp2,1 juta,” ungkap Wintarko.
Datangi Polres Jaktim Pertanyakan Laporan
Wintarko melayangkan protes keras melalui pesan WhatsApp ketika meminta pertanggungjawaban pelaku. Pelaku justru menantang korban untuk meneruskan persoalan tersebut ke ranah hukum.
”Dia juga malah menantang saya bilang ‘silakan saja lapor ke Polres, saya akan ikuti prosedur dari Polres juga segala macam’. Dari situ lah saya akhirnya melapor,” jelas Wintarko.
Korban mendatangi Polres Metro Jakarta Timur pada Senin (28/9) guna mempertanyakan kelanjutan penyelidikan. Sejak laporan masuk pada awal Agustus, penyidik belum memberikan perkembangan signifikan kepada pelapor.
Wintarko mengharapkan aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penipuan rekrutmen Damkar ini secara transparan. Korban menuntut keadilan serta pengembalian dana yang telanjur terkuras habis. (P-Ant/Khalied M)

