Semangat Merah Putih dari Manado: GPPMP ajak Bangsa kenang perlawanan 14 Februari 1946

Johanes Christiaan
Kamis, 12 Februari 2026
2 menit membaca

Peringati 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, GPPMP Dorong 14 Februari Jadi Hari Sulawesi Utara

PRIORITAS< 12/2/2026 (Jakarta): Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) mengajak masyarakat Sulawesi Utara serta seluruh bangsa Indonesia untuk memperingati 80 tahun Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946, sebuah momentum bersejarah yang menandai perlawanan rakyat Manado terhadap pendudukan Belanda pasca-Proklamasi.

Ketua Umum GPPMP, Dr. Jeffrey Rawis, SE, MA, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026) mengatakan, tepat pada 14 Februari 1946, para pemuda dan warga Sulawesi Utara melakukan aksi serbuan ke tangsi militer Belanda di kawasan Teling, Manado.

“Peristiwa tersebut menjadi simbol keberanian rakyat Sulut dalam mempertahankan kemerdekaan dan memastikan bahwa perjuangan Republik tidak hanya berlangsung di Pulau Jawa, tetapi juga di seluruh pelosok Nusantara,” sebut Jeffrey.

Peristiwa bersejarah itu telah tercatat resmi dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, GPPMP menilai penting untuk terus memperingatinya agar nilai-nilai perjuangan tetap hidup di tengah masyarakat.

Jeffrey menegaskan bahwa semangat, jiwa, dan nilai kebangsaan yang terkandung dalam peristiwa tersebut harus terus dipupuk dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Kesadaran masyarakat terhadap nilai merah putih dan persatuan Indonesia perlu terus ditumbuhkan, terutama di era saat ini,” demikian seruan GPPMP tulis Jeffrey.

GPPMP juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak buku sejarah Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 dan menyebarkannya ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari materi muatan lokal agar generasi muda memahami kontribusi Sulawesi Utara dalam sejarah bangsa.

Lebih jauh, Jeffrey melalui GPPMP mengusulkan agar tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai Hari Sulawesi Utara. Usulan tersebut diharapkan dapat dibahas dan disahkan melalui Peraturan Daerah oleh Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulawesi Utara.

Untuk memperkuat gerakan ini, kata Jeffrey, GPPMP menggelar diskusi daring yang membahas sejarah, relevansi, dan urgensi penetapan 14 Februari sebagai hari bersejarah bagi daerah. Organisasi ini berharap momentum delapan dekade Peristiwa Merah Putih menjadi titik penting untuk melestarikan nilai perjuangan serta memperkokoh identitas dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025