Pasokan cabai dari luar Sulut bukan matikan petani lokal, ini penjelasan Pemprov

Sem Muhaling
Minggu, 20 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/9/26 (Manado): Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah intervensi untuk menjaga harga cabai tetap terjangkau di tengah terbatasnya pasokan dan meningkatnya harga komoditas tersebut di sejumlah pasar.


Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jimmy Ringkuangan, mengatakan pasokan cabai dari luar daerah merupakan bagian dari langkah jangka pendek untuk meredam tekanan harga. Kebijakan tersebut, menurutnya, tidak untuk menggantikan produksi petani cabai di Sulawesi Utara.

“Fasilitasi ini untuk mengatasi tekanan harga, bukan untuk menggantikan produksi petani cabai Sulawesi Utara,” kata Jimmy di Manado, Sabtu (19/9/2026).

Pemerintah siapkan penguatan produksi lokal

Jimmy menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar wilayah. Dalam jangka menengah, penguatan produksi lokal akan menjadi bagian penting untuk menjaga ketersediaan cabai sekaligus memastikan kesinambungan pasokan di daerah.


Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi, penguatan distribusi antarkabupaten dan kota, serta pemetaan kebutuhan pangan. Pemerintah juga akan menyesuaikan langkah intervensi dengan kondisi pasokan dan perkembangan harga yang terjadi di lapangan.

Menurut Jimmy, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan usaha petani maupun pedagang lokal. Stabilitas harga di tingkat masyarakat tetap menjadi perhatian, tetapi produksi daerah juga harus tetap mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Prinsipnya adalah menjaga keseimbangan. Kita lindungi daya beli masyarakat, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga keberlanjutan usaha petani dan pedagang lokal,” ujarnya.

Cabai Probolinggo masuk Sulut

Pemprov Sulut melakukan intervensi pasokan secara terukur ketika kondisi pasar menunjukkan kebutuhan untuk menambah ketersediaan komoditas. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga.

Pemprov Sulut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan terus memantau perkembangan harga, stok, distribusi, serta pasokan berbagai komoditas pangan strategis. Kerja sama antardaerah akan diperkuat apabila kondisi pasar membutuhkan tambahan pasokan.

“Stabilisasi harga bukan sekadar memantau angka, tetapi memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar,” kata Jimmy.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah daerah bersama pihak terkait telah mendatangkan 2,4 ton cabai dari Probolinggo, Jawa Timur. Pasokan ini diharapkan membantu menekan harga cabai yang sebelumnya di sejumlah pasar tradisional telah menembus lebih dari Rp150 ribu per kilogram.

Langkah tersebut sejalan dengan intervensi sebelumnya yang difasilitasi TPID melalui Bank Indonesia untuk mendistr

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan