PRIORITAS, 20/9/26 (Cirebon): Prestasi dan keberanian anak usia sekolah kembali mendapat perhatian. Alexander Sheva Maun, siswa asal Sulawesi Utara yang merupakan cucu dari keluarga Jhony dan Nelly Maun-Wirotitjan asal Desa Wiau Lapi, menunjukkan kepercayaan diri saat mengikuti seminar mengenai bahaya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Alexander yang kini menempuh pendidikan di kelas 6A SD Kristen Terang Bangsa Cirebon, Jawa Barat, terpilih untuk tampil dalam kegiatan tersebut. Saat ini, ia berdomisili di Cirebon bersama keluarga Worotitjan-Kiling, yang masih memiliki hubungan keluarga dari pihak neneknya.
Berani tampil di usia dini
Dalam kegiatan dengan pemandu Coach Stefvy Pattikawa tersebut, Alexander tidak hanya hadir sebagai peserta. Ia turut mengambil bagian dalam kegiatan dan mampu tampil di depan umum untuk menyampaikan pendapatnya terkait persoalan bullying yang masih menjadi perhatian dalam dunia pendidikan.
Keberanian tersebut menjadi hal yang membanggakan bagi keluarga. Pada usia yang masih tergolong dini, Alexander telah menunjukkan kemampuan berkomunikasi di hadapan publik sekaligus kepedulian terhadap persoalan yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak di lingkungan sekolah.
Keluarga besar Maun-Wirotitjan di Desa Wiau Lapi turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Keberanian Alexander menjadi pengalaman penting dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan kepercayaan dirinya sejak usia sekolah dasar.
Edukasi tentang bahaya bullying
Seminar yang menghadirkan Coach Stefvy Pattikawa tersebut memberikan penekanan pada pentingnya pembentukan karakter anak. Selain keberanian, anak-anak juga terdorong untuk memiliki empati, menghargai sesama, serta memahami dampak negatif perundungan terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
Keterlibatan Alexander dalam kegiatan itu sekaligus menunjukkan bahwa edukasi mengenai bullying dapat melibatkan anak-anak secara langsung. Mereka tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Pihak SD Kristen Terang Bangsa Cirebon juga memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kepedulian Alexander. Lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi pembentukan karakter diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial.
Kebanggaan keluarga di Wiau Lapi
Kabar mengenai keterlibatan Alexander dalam seminar tersebut mendapat perhatian dari keluarga besarnya di Desa Wiau Lapi. Dukungan dan doa terus diberikan agar prestasi serta keberanian yang dimilikinya dapat berkembang seiring dengan perjalanan pendidikannya.
Bagi keluarga, pengalaman Alexander tampil dalam kegiatan edukasi tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Momen itu juga menjadi kebanggaan bagi keluarga asal Wiau Lapi karena seorang anak dari daerah tersebut mampu menunjukkan potensi dan kepercayaan dirinya di lingkungan pendidikan di luar daerah.
Keluarga berharap Alexander dapat terus belajar, mengembangkan potensi, serta menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. Keberaniannya tampil sejak usia sekolah dasar menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai kesempatan dan tantangan pada masa mendatang.
Kisah Alexander Sheva Maun memperlihatkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat muncul sejak usia dini. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan, anak-anak dari daerah seperti Desa Wiau Lapi pun memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya di tingkat yang lebih luas. (P-*/sm)