Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kanan) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan keterangan pers terkait penanganan penyintas bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo)PRIORITAS, 19/8/2 (Jakarta): Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menjamin sebanyak 31 ribu orang warga korban bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak kelaparan selama mengungsi baik di posko pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri.
Pada Selasa (18/8/26) di Jakarta, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang dikonfirmasi mengatakan bahwa kementeriannya dalam hal ini telah menggelontorkan dukungan logistik senilai lebih dari Rp14 miliar yang dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, termasuk pasokan beras reguler sebanyak 48 ton dan 7.500 paket Sembako.
“Ada 31.000 lebih orang yang mengungsi. Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan dari Kementerian Sosial,” katanya lagi.
Ditegaskan bahwa ada sebanyak tujuh dapur umum yang didirikan Kementerian Sosial dengan pasokan logistik mencukupi selama masa tanggap darurat ini, dan bila memang dibutuhkan akan dilakukan penambahan dapur umum sesuai kondisi lapangan.
Ke-tujuh dapur umum yang dikelola oleh tim Tagana Kemensos itu tersebar di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.
Melayani kebutuhan konsumsi harian
Dia menyebutkan, saat ini fasilitas dapur umum tersebut telah berproduksi aktif melayani kebutuhan konsumsi harian warga pengungsi, di antaranya di Nagekeo sebanyak 2.000 bungkus per hari, Sikka 4.500 bungkus per hari, dan Manggarai 3.000 bungkus per hari, sementara wilayah lainnya masih terus diakselerasi penjangkauannya.
Di damping pasokan pangan, bantuan senilai Rp14 miliar tersebut juga mencakup stok penyangga atau buffer stock logistik serta pemenuhan sarana pengungsian seperti makanan anak, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, hingga peralatan penerangan darurat.
“Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kami berkoordinasi, berkolaborasi memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak. Termasuk dapur darurat masyarakat juga pasokan logistiknya kami dukung, dicukupi,” kata Saifullah Yusuf. (P-*/jr)