
Budidaya durian di Sulawesi Tengah. (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 14/8/26 (Palu): Dengan terus meningkatkan kualitas dan daya saing komoditas durian sehingga dapat menembus pasar global, Gubernur Anwar Hafid, bercita-cita Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dipimpinnya menjadi “Raja Durian Dunia”.

“Cita-cita kita, Sulawesi Tengah menjadi raja durian dunia,” tegas Anwar Hafid di Palu, Sulteng, Kamis (13/8/26), dilansir dari Antara pada Jumat (14/8/26).
Anwar Hafid mengatakan, durian Sulteng memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
Gubernur menegaskan durian memiliki prospek besar menjadi komoditas primadona sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal tersebut harus dikelola secara serius dan terarah dengan melibatkan seluruh pihak.

Dikatakannya, pengembangan komoditas durian harus ditopang riset dan inovasi agar produktivitas, mutu, jaminan keberlanjutan, serta daya saing terus meningkat.
“Durian Sulteng harus dipersiapkan tidak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri, tetapi juga mampu menjawab tuntutan pasar ekspor, baik dari sisi kualitas maupun keberlanjutan produksi,” ucapnya.

GubernurSulawesi Tengah, Anwar Hafid (ketiga dari kanan), meresmikan ‘Packing House’ PT Pondok Durian Sulawesi, sebagai bentuk dukung penuh hilirisasi komoditas durian ekspor Ke China, 27 Maret 2026. (Dok. Sultengprov.go.id)
Anwar Hafid mengungkapkan, Durian Vulcano Indonesia telah diluncurkan sebagai salah satu identitas dan bagian dari upaya memperkuat branding durian asal Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, perjuangan Sulawesi Tengah untuk menembus pasar ekspor bukan sesuatu yang baru dimulai.
“Berbicara ekspor merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan begitu lama. Perjuangan Sulawesi Tengah melakukan ekspor sudah berlangsung lama, sejak sebelum saya menjadi gubernur,” katanya.
Disebutkan, ekspor perdana durian Sulawesi Tengah telah dilakukan pada 2025 dan kegiatan ekspor tersebut terus berjalan hingga saat ini.
Menurut Anwar, salah satu aspek paling penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor adalah kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan.
“Ekspor perdana kita lakukan 2025, dan ekspor itu terus berjalan sampai hari ini. Persyaratan negara tujuan menjadi penting, sehingga standar negara tujuan menjadi standar kita di sini. Itu menjadi hal sangat penting dari seluruh kegiatan ekspor durian,” ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, pengembangan durian Sulawesi Tengah tidak cukup hanya mengandalkan jumlah produksi, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas, standar keamanan pangan, konsistensi produksi hingga pemenuhan persyaratan pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, katanya, juga melaksanakan “Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026” sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem durian sekaligus mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar global.
Merdeka Ekspor itu menjadi bentuk apresiasi kepada petani durian, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkomitmen menerapkan sistem jaminan mutu melalui Good Agricultural Practices (GAP).
Gubernur Anwar Hafid mengatakan, penerapan GAP menjadi salah satu fondasi penting dalam menghasilkan durian berkualitas yang memenuhi persyaratan dan standar negara tujuan ekspor.
Pada kegiatan ini, juga tersedia pelayanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian yang menghadirkan layanan konsultasi dan pendampingan secara terpadu.
Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia (Barantin), sejak Januari hingga Juli 2026 ekspor durian beku ke China mencapai 272 kontainer dengan jumlah 7.344 ton.
Setiap kontainer memuat sekitar 27 ton durian beku, dengan nilai komoditas mencapai sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar per kontainer. (P-Ant/ht)

