Foto petinju Armenia Vartan Arutyunyan dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Selasa (17/2/2026). (Akun Instagram resmi Vartan Arutyunyan @_vartan_arutyunyan_)PRIORITAS, 17/2/26 (Rusia): Sang penantang Vartan Arutyunyan meraih kemenangan TKO atas Georgiy Yunovidov untuk merebut gelar juara dunia sementara (interim) kelas bridger (101,6 kg) World Boxing Association (WBA) di Tractor Ice Arena, Chelyabinsk, Rusia.
Petinju asal Armenia itu membuat Yunovidov tidak berdaya di ronde ke-enam dan wasit langsung menghentikan pertarungan sehingga Arutyunyan meraih kemenangan technical knockout (TKO). Dalam laman resmi WBA, Arutryunyan pada ronde kelima telah memukul jatuh Yunovidov di kanvas dan mendapat hitungan wasit.
WBA menyatakan bahwa hasil itu menempatkan Arutyunyan pada jalur langsung menuju pertarungan unifikasi melawan juara reguler divisi kelas bridger, Muslim Gadzhimagomedov yang akan menentukan arah peta kekuatan kelas bridgerweight di level dunia ke depan
Petinju tuan rumah Yunovidov yang merebut gelar interim WBA pada Juli 2025, membuka pertarungan dengan pendekatan disiplin dan penuh perhitungan. Dia tampil rapi dengan mengandalkan teknik bertinju murni, pergerakan kaki, serta jangkauan pukulan untuk menjaga jarak dan mengendalikan tempo pertandingan sejak ronde awal.
Niat kuat ambil kendali
Strategi itu sempat membuat Arutyunyan kesulitan menemukan celah untuk melepaskan serangan bersih. Namun, Arutyunyan sejak awal menunjukkan niat kuat untuk mengambil alih kendali pertarungan. Dia secara konsisten menekan ke depan dengan gaya agresif, memotong sudut ring, dan memaksa Yunovidov terlibat dalam pertukaran pukulan jarak dekat.
Tekanan konstan tersebut perlahan mulai merusak ritme permainan lawan dan membuka peluang bagi Arutyunyan untuk memaksimalkan kekuatan pukulannya. Titik balik laga terjadi pada ronde kelima. Sebuah kombinasi tajam yang dilepaskan Arutyunyan, diawali pukulan lurus dan diakhiri hook keras, berhasil menjatuhkan Yunovidov ke kanvas.
Momen tersebut mengubah pertandingan secara drastis dan mengangkat kepercayaan diri sang penantang. Meski Yunovidov mampu bangkit dan menyelesaikan ronde, kondisinya mulai menurun. Memasuki ronde keenam, Arutyunyan tampil dengan urgensi tinggi dan insting penyelesaian yang kuat.
Dia langsung mendorong Yunovidov ke tali ring, memojokkan lawannya, lalu melancarkan rentetan hook keras dan pukulan kombinasi yang terus menghujani tanpa jeda. Yunovidov kesulitan menghindar maupun membalas serangan tersebut.
Petinju Rusia itu nyaris tidak memberikan perlawanan berarti dan terus menerima pukulan bersih tanpa balasan, wasit akhirnya turun tangan untuk menghentikan pertandingan demi keselamatan petinju. Dilansir Antara, kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier profesional Arutyunyan yang membuatnya tetap tak terkalahkan dengan 11 kemenangan termasuk tujuh KO/TKO. (P-wr)