Prabowo teratas elektabilitas Capres. PAN mendukung, Ketua PDI-P: Dia yang tau dirinya lanjut atau tidak

Selvijn MJR
Rabu, 12 Agustus 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 12/8/26 (Jakarta): Survei terbaru yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO), nama Presiden Prabowo Subianto bertengger di posisi teratas survei elektabilitas calon presiden (Capres). Berdasarkan survei tersebut, Ketua umum Partai Gerindra itu mengantongi elektabilitas sebesar 23,4 persen, dengan perbedaan cukup aman.


“Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/26) di Jakarta.

Berikut respons sejumlah pentolan partai terhadap hasil survei tersebut:

Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira ketika menyikapi survei itu mengingatkan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih tiga tahun lagi dan survei yang ada hanya memotret temuan pada saat survei digelar.


“Survei kan potret hari ini, Pilpres masih tiga tahun lagi,” ujar Andreas kepada Kompas.com, Minggu (9/8/26).

Namun menurutnya, hanya Prabowo yang tau dirinya akan lanjut maju sebagai Capres lagi atau tidak. “Soal lanjut atau tidak, pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat,” ujarnya lagi.

Wajar tertinggi, karena petahana sedang berkuasa

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim menilai wajar apabila Presiden Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden. Hal tersebut mengingat Prabowo sedang menjabat sebagai presiden petahana.

“Survei itu kan potret sesaat. Dan adalah sangat wajar kalau Prabowo masih yang tertinggi, karena sekarang beliau masih menjadi petahana yang sedang berkuasa,” tutur Hermawi.

Kendati begitu, ia menilai Prabowo masih ingin fokus menyukseskan periode pertama pemerintahannya.

Hermawi pun merujuk pada pernyataan Prabowo yang baru akan memutuskan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang jika pemerintahannya di periode pertama berhasil.

“Jadi kita tunggu saja sampai akhir jilid 1, dan kita lihat apakah Prabowo akan maju lagi atau tidak,” katanya lagi.

Selain itu, Hermawi mengingatkan bahwa Prabowo memiliki hak untuk kembali maju sebagai Capres di Pilpres 2029. Terlebih, Prabowo merupakan ketua umum partai besar.

Masukan berharga untuk semakin memperkuat kinerja

Sementara itu, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan turut memberi tanggapan terkait elektabilitas Prabowo Subianto. Disebutnya, hasil survei tersebut merupakan masukan berharga bagi pemerintah.

“Hasil survei bisa menjadi salah satu masukan yang berharga untuk semakin memperkuat kinerja,” kata Daniel.

Kendati begitu, Daniel menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah pemerintah terus bekerja keras.

Kemudian, dia meminta pemerintahan Prabowo memastikan program-program berjalan dengan baik. “Dan berdampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada khususnya dalam peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, bergeraknya sektor riil ekonomi, semakin kuatnya petani dan sektor pangan,” kata Daniel lagi.

PAN dukung jika Prabowo melanjutkan

Lain lagi dengan Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay Partaonan yang langsung menegaskan dukungannya jika Prabowo maju kembali sebagai capres 2029 mendatang.

Sebab Saleh menilai, Prabowo membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. “PAN sangat setuju jika Prabowo melanjutkan 2 periode. Pekerjaan yang sedang direncanakan dan dikerjakan lumayan banyak. Tentu tidak bisa serta merta diwujudkan secara bersamaan. Dibutuhkan waktu untuk merealisasikannya,” tegasnya.

Lanjut menurut Saleh, survei tersebut dapat menjadi salah satu kajian dan rujukan untuk mencalonkan kembali Prabowo sebagai presiden.

Tapi, Saleh juga menilai elektabilitas Prabowo masih dapat terus ditingkatkan. “Soal hasil survei, saya kira masih belum final. Masih dinamis. Masih cukup waktu untuk menaikkan sehingga posisinya signifikan melampaui yang lain,” tambah Saleh.

Masih belum aman

Kendati begitu, Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, meski raih elektabilitas tertinggi, namun posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman.

Sebab, berdasarkan survei tersebut, elektabilitas Prabowo hanya beda tipis dengan elektabilitas Gubernur Jawa Barat yang memperoleh 21,7 persen. Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi selanjutnya dengan 11,5 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen), Ganjar Pranowo (4,1 persen).

Kemudian elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya meraih 3,9 persen.

Adapun tokoh lainnya yang memperoleh dukungan di bawah tiga persen, antara lain Sherly Tjoanda (2,1 persen), Mahfud MD (1,7 persen), Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Muhaimin Iskandar (1,2 persen), Zulkifli Hasan (1,0 persen), dan nama-nama lain dengan elektabilitas di bawah satu persen.

Selain itu, survei juga mencatat 17 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih untuk merahasiakan jawabannya.

Karena itu, menurutnya, keberlanjutan dukungan masyarakat terhadap Prabowo akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.

“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” jelasnya.

Seperti diketahui survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) digelar 27 Juli – 3 Agustus 2026. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Tak maju jika periode pertama kurang memuaskan

Adapun pada penutupan Kongres VI Partai Demokrat 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak akan maju pada Pilpres 2029, jika pada tahun keempat ia kecewa dengan prestasinya sendiri.

Ia mengemukakan pernyataan itu, demikian lansiran Kompas.com, merespons dukungan yang diberikan Partai Gerindra kepada dirinya untuk maju lagi sebagai presiden di Pilpres 2029.

“Saya kemarin dicalonkan oleh partai saya untuk maju lagi 2029, nakal-nakal itu kader saya. Baru 100 hari kerja udah disuruh maju lagi. Tapi saya katakan, saya katakan, kalau tahun keempat saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, sata tidak akan maju tahun 2029,” tegas Prabowo. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan