Sebanyak 224 ribu sapi jadi kekuatan Sulteng, Pemprov genjot produktivitas peternak

Sem Muhaling
Selasa, 11 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Palu): Sulawesi Tengah memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor peternakan. Populasi sapi di provinsi ini mencapai sekitar 224 ribu ekor, dan pemerintah kini menggenjot produktivitasnya agar semakin menguntungkan peternak.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan pendampingan sekaligus bantuan kepada peternak. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas ternak dan memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor peternakan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng Dandy Alfita mengatakan pemerintah memberikan bimbingan teknis kepada peternak penerima bantuan.

Pendampingan mencakup cara pemberian pakan sesuai kebutuhan ternak. Pemerintah juga memberikan bimbingan untuk usaha penggemukan maupun pemeliharaan ternak produktif.


“Jelas ada pendampingan, berupa bimbingan teknis kepada mereka,” kata Dandy di Palu, Selasa (11/8/2026).

224 Ribu sapi, potensi besar ekonomi Sulteng

Data Sensus Pertanian 2023 mencatat populasi sapi di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 224 ribu ekor. Dengan demikian, potensi pengembangan sapi cukup besar. Karena itu, pemerintah melihat Kabupaten Banggai, Donggala, dan Sigi sebagai sejumlah wilayah yang memiliki peluang pengembangan peternakan sapi.

Dari total populasi tersebut, sekitar 42 persen merupakan sapi betina produktif. Jumlah itu menjadi peluang besar untuk memperkuat populasi sapi melalui pengembangan indukan dan teknologi inseminasi buatan. Guna pengembangan, pemerintah memanfaatkan sumber bibit untuk inseminasi buatan dari unit pelaksana teknis pembibitan daerah maupun pemerintah pusat.

Bukan sekadar bantuan, peternak didorong naik kelas

Pemprov Sulteng tidak hanya menyalurkan bantuan ternak. Pemerintah juga membekali peternak dengan pengetahuan agar bantuan tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Apalagi sapi menjadi salah satu komoditas strategis karena memiliki nilai jual tinggi. Bagi sebagian peternak, sapi juga berfungsi sebagai aset atau tabungan yang dapat dijual ketika membutuhkan dana.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan bantuan ternak tidak berhenti sebagai program pembagian bibit. Peternak harus mendapatkan pendampingan agar mampu mengelola ternak secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Ikut genjot kambing dan ayam

Program pengembangan peternakan juga menyasar ternak kecil dan unggas. Untuk itulah, Pemprov Sulteng memberikan bantuan untuk pengembangan kambing serta budidaya ayam. Khusus ayam, pemerintah melengkapi bantuan dengan pakan, obat-obatan, vitamin, dan kandang.

Pola bantuan tersebut bertujuan agar peternak tidak terbebani kebutuhan awal setelah menerima ternak. Khusus ayam mulai berproduksi pada usia sekitar enam bulan.

Pemerintah berharap usaha tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari peternak, baik untuk konsumsi maupun dijual.

Peternakan jadi mesin ekonomi masyarakat

Pemprov Sulteng terus mendorong sektor peternakan menjadi sumber ekonomi yang semakin kuat bagi masyarakat.

Pendampingan, penyediaan bibit, inseminasi buatan, bantuan pakan, hingga dukungan kesehatan ternak menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas.

Dengan populasi sapi yang mencapai sekitar 224 ribu ekor dan potensi pengembangan ternak lainnya, Sulteng memiliki peluang besar memperkuat sektor peternakan. Targetnya bukan sekadar menambah jumlah ternak, tetapi membuat setiap ternak mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi peternak. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan