Iran tak cuma hadapi AS dan Israel, ancaman juga datang dari dalam: Markas militernya diserbu

Selvijn MJR
Rabu, 5 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 5/8/26 (Iran): Ya, Iran ternyata tak cuma menhhadapi Amerika Serikat (AS) dan Israel, tetapi ancaman juga datang dari dalam. Berdasar informasi yang diterima Beritaprioritas.com, kontak senjata mematikan meletus di dekat desa perbatasan Sianav, Kabupaten Marivan, setelah pangkalan militer Iran diserang secara tiba-tiba pada Minggu (2/8/26) sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Bahkan insiden berdarah ini menewaskan satu tentara Angkatan Darat Iran dan melukai satu personel lainnya secara fatal.


Laporan Hengaw Organization for Human Rights mengungkapkan juga, prajurit yang tewas dalam baku tembak tersebut teridentifikasi sebagai Abolfazl Goudarzi. Abolfazl kehilangan nyawanya di tempat, sementara rekannya yang terluka parah langsung dievakuasi ke pusat medis di Marivan untuk mendapatkan penanganan medis.

Angkatan Darat Iran membenarkan

Sementara itu, pernyataan resmi dari Brigade Marivan ke-328 Angkatan Darat Iran membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut.


“Pangkalan perbatasan telah menjadi target serangan amunisi berkeliaran (loitering munitions) dan tembakan RPG,” ungkap Brigade Marivan ke-328 dalam keterangan yang didapatkan Hengaw, Minggu (2/8/26) lalu.

Anggota Partai Kehidupan Bebas Kurdistan terlibat

Kendati belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab, sumber internal Hengaw mengonfirmasi bahwa para pejuang yang terlibat dalam serangan tersebut merupakan anggota Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK).

Dilaporkan, pihak PJAK mundur tanpa mengalami korban jiwa sama sekali dalam bentrokan bersenjata itu.

Adapun serangan mematikan di wilayah perbatasan Iran ini terjadi di tengah memuncaknya kerentanan keamanan di Wilayah Otonomi Kurdistan, Irak Utara.

Penarikan pasukan AS

Zona tersebut kini menghadapi ancaman baru menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang menarik sistem pertahanan udara Patriot dari pangkalan militernya.

Dan penarikan peralatan tempur ini memicu kekhawatiran besar mengingat Kurdistan Irak telah dihantam oleh sekitar 1.000 Rudal dan drone sejak dimulainya perang AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Rentetan gempuran tersebut telah menelan puluhan korban jiwa serta memaksa sejumlah perusahaan energi besar menangguhkan operasional mereka secara total.

Sementara itu, laporan jurnalis Amberin Zaman di Al-Monitor menyebutkan bahwa proses penarikan pasukan AS telah dimulai sejak pekan lalu, di mana sebagian besar personel tempur dan peralatan berat telah ditarik keluar. Seluruh baterai Rudal anti-udara Patriot juga telah direlokasi ke titik yang dirahasiakan, meskipun beberapa sistem pertahanan sekunder dilaporkan masih disiagakan di lokasi.

Lalu pemerintah Iran diprediksi dapat menafsirkan reposisi pertahanan AS ini sebagai celah peluang untuk melancarkan lebih banyak serangan mematikan terhadap Wilayah Kurdistan. Wilayah tersebut, demikian CNBC Indonesia melansir l, selama ini dipandang sebagai titik aman, namun rentan karena menjadi basis pelarian bagi banyak kelompok oposisi Kurdi-Iran, sehingga secara konsisten terus menjadi target gempuran rezim Teheran dalam enam bulan terakhir. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan