
Kakanwil Kemenag Sulut bersama Menteri Agama Nazaruddin Umar.(‘Courtesy’ Kemenag Sulut}PRIORITAS, 3/8/26 (Manado): Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara, Ulyas Taha, Dr. mengajak seluruh umat beragama di provinsi itu menggelar doa bersama untuk Indonesia. Sekaligus juga doa memohon terciptanya perdamaian dunia di tengah meningkatnya berbagai konflik global.
Melansir laman Antaranews, ajakan tersebut merupakan tindak lanjut atas imbauan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Belum lama ini Menag mengajak seluruh masyarakat Indonesia memperkuat ikhtiar spiritual demi menjaga persatuan bangsa dan menciptakan perdamaian dunia.

Kepala Kanwil Kemenag menyampaikan, pelaksanaan doa bersama sesuai tata cara masing-masing agama di rumah-rumah ibadah maupun lingkungan keagamaan.
Ia mengharapkan momentum doa bersama ini menjadi wujud kebersamaan seluruh umat beragama. Terutama dalam menjaga persatuan nasional sekaligus memberikan dukungan moral bagi upaya mewujudkan perdamaian dunia.
Kemenag menilai Indonesia memiliki modal besar berupa keberagaman. Kebhinekaan itu selama ini mampu terpelihara melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat gotong royong.
“Kita percaya bahwa doa merupakan kekuatan moral dan spiritual. Doa bersama mampu menumbuhkan harapan, memperkokoh persatuan, serta menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa,” kata Taha. Demikian melansir laman Kemenag Sulut.
“Melalui doa yang dipanjatkan secara serentak oleh seluruh umat beragama, kita memohon agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Indonesia bisa hidup dalam damai, serta terus melangkah menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” tambah Ulyas Taha yang sangat aktif bermedia soal Facebook.

Selain mendoakan situasi global yang semakin dinamis, doa bersama juga menjadi ajakan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Kemenag berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persaudaraan, menghindari provokasi yang dapat memecah belah, serta terus mengedepankan dialog dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui ikhtiar spiritual tersebut, Indonesia diharapkan tetap menjadi bangsa yang damai, rukun, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian dunia. (P-*r/sm)

