PRIORITAS, 17/6/26 (Lombok Tengah, NTB): Balap mobil Formula Indonesia (IDN) 2026 dipastikan akan digelar di Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ajang balap mobil setara Formula 4 itu diyakini menjadi kesempatan bagi pembalap tanah air untuk menuju Formula 1 (F1).
Dilansir dari Beritasatu.com Rabu (17/6/26), kepastian penggunaan Sirkuit Mandalika ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, dan CEO Formula IDN, Michael Indradjaja.
Penandatanganan dilakukan di sela penyelenggaraan Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 putaran kedua di Kawasan Sirkuit Mandalika 12-14 Juni.
Ananda Mikola mengatakan, balapan Formula IDN dijadwalkan dalam dua seri. Pertama akan berlangsung di Mandalika pada 14-16 Agustus 2026, dilanjutkan seri kedua 16-18 Oktober 2026.
Disebutkan, Formula IDN dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pembinaan pebalap roda empat nasional sekaligus memperluas ekosistem motor sport Indonesia berstandar internasional.
Bagian dari strategi
Formula IDN merupakan kejuaraan balap formula nasional yang menggunakan kendaraan dan regulasi teknis setara Formula 4 FIA. Secara internasional, kategori ini menjadi gerbang awal bagi pembalap sebelum melanjutkan karier ke Formula Regional, FIA Formula 3, Formula 2, hingga Formula 1.
Ananda Mikola menambahkan, kehadiran Formula IDN merupakan bagian dari strategi menjadikan Mandalika tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan balapan kelas dunia, tetapi juga pusat pembinaan talenta motor sport Indonesia.
“Kami ingin Mandalika tak hanya dikenal sebagai tuan rumah berbagai ajang balap internasional, tetapi juga sebagai tempat lahir dan berkembangnya talenta-talenta motor sport Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Ananda, Selasa (16/6/26).
Kehadiran Formula IDN, kata Ananda Mikola, melengkapi berbagai ajang balap yang selama ini digelar di Mandalika. Kawasan The Mandalika pun memiliki ekosistem motor sport yang semakin lengkap, mulai dari balap roda dua hingga roda empat.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kompetisi. MGPA juga menyiapkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung guna menunjang pembinaan atlet dan pertumbuhan industri motor sport nasional.
“Ke depan, kami tidak hanya mengembangkan aktivitas balap di sirkuit, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung yang dapat memperkuat pembinaan talenta serta pertumbuhan industri motor sport di kawasan The Mandalika,” ujar putra tokoh olahraga otomotif Tinton Suprapto itu.
Kejurnas berstandar teknis F4 FIA
Sementara itu, CEO Formula IDN, Michael Indradjaja, menjelaskan, Formula IDN dirancang sebagai kejuaraan nasional dengan identitas sendiri, tetapi tetap mengadopsi standar teknis setara Formula 4 FIA.
Selain menghadirkan kompetisi, Formula IDN juga akan menjalankan program pembinaan melalui akademi balap dan skema arrive and drive. Program tersebut memungkinkan peserta merasakan pengalaman mengendarai mobil formula dengan dukungan kendaraan, teknisi, serta pendamping profesional.
“Melalui akademi dan program arrive and drive, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia maupun regional untuk merasakan pengalaman balap formula berstandar internasional,” ujar Michael.
Ia berharap, program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pebalap muda yang ingin membangun karier secara bertahap menuju level internasional.
Menurut Michael, masuknya Formula IDN juga mempertegas posisi Mandalika sebagai pusat sportstainment nasional. Setelah menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan balap motor dan mobil, Mandalika kini memperluas perannya sebagai tempat pembinaan atlet masa depan.
Ananda menambahkan, MGPA optimistis kerja sama ini akan memperkuat jalur pembinaan pembalap roda empat Indonesia. Harapannya, Indonesia tidak hanya memiliki pembalap berprestasi di balap motor, tetapi juga mampu melahirkan talenta yang bersaing di ajang balap formula dunia.
Ia mencontohkan keberhasilan pembalap Indonesia di lintasan roda dua sebagai motivasi bagi generasi berikutnya.
“Kita sudah memiliki pebalap roda dua seperti Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji yang mampu bersaing di level dunia. Harapan saya, melalui Formula IDN akan lahir pembalap roda empat Indonesia yang juga mampu berbicara banyak dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” ujarnya. (P-*/ht)