
Profil mobil sport balap BYD. (Ilustrasi Google Gemini by AI)PRIORITAS, 10/6/26 (Monaco): Setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengadakan pertemuan dengan CEO Formula 1 (F1) Group, Stefano Domenicali, dan Presiden FIA, Mohamed Ben-Sulayem, potensi masuknya BYD ke F1 menjadi sorotan saat Grand Prix Monako akhir pekan lalu.

Diketahui, Stella Li mengadakan pertemuan dengan Stefano Domenicali pada 5 Juni dan dengan Ben-Sulayem pada hari berikutnya. Laman Carnewschina, Selasa (9/6/26) waktu setempat melaporkan bahwa Presiden FIA membagikan foto dari pertemuan tersebut melalui akun media sosial pribadinya.
Pertemuan itu tampaknya menjadi kali kedua antara Stella Li dan kedua pejabat tinggi tersebut. Dalam wawancara dengan PlanetF1, Stella Li mengatakan bahwa perusahaan sangat serius dalam mengeksplorasi masa depan dan teknologi, serta memahami apa yang dimiliki BYD.
Dikabarkan, pada akhir Desember 2025, Stella Li bertemu dengan Presiden FIA dalam ajang Grand Prix Abu Dhabi. Kemudian pada Maret 2026, muncul laporan bahwa BYD sedang menilai kemungkinan untuk masuk ke F1 dan World Endurance Championship (WEC), yang kemudian menjadi perhatian publik.

Selanjutnya, pada April 2026, BYD mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan kemungkinan peran di F1 setelah Stella Li mengonfirmasi bahwa dirinya telah bertemu dengan Stefano Domenicali di Shanghai.
Akuisisi saham Alpine F1
Dilansir dari Antara Rabu (10/6/26), sebelumnya beredar rumor bahwa BYD termasuk di antara perusahaan yang ingin mengakuisisi sebagian dari 24 persen saham tim Alpine Formula 1 bersama Mercedes-Benz.
Disebutkan pula bahwa BYD dapat bekerja sama dengan Christian Horner, yang sedang berupaya kembali menjabat sebagai kepala tim setelah meninggalkan Red Bull Racing. Stella Li juga dikabarkan bertemu dengan Christian Horner di Festival Film Cannes belum lama ini.
Kabar beredar, kemungkinan keterlibatan BYD di F1 telah menjadi topik pembahasan sepanjang 2026. Namun, prospek nyata perusahaan tersebut di dunia motorsport masih belum diketahui.
Arah pengembangan F1 juga bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut BYD. Mobil hybrid saat ini yang menggunakan motor listrik bertenaga besar direncanakan akan digantikan oleh mesin V8 berbahan bakar bensin dengan komponen listrik yang sangat minimal pada tahun 2031.
Padahal BYD merupakan produsen yang berfokus pada segmen NEV (New Energy Vehicle/Kendaraan Energi Baru) seperti mobil listrik murni hingga hybrid. (P-*/ht)

