Tiga belas ribu sapi Sulteng sudah divaksin PMK, kasus mulai melandai!

Sem Muhaling
Selasa, 11 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Palu): Upaya Sulawesi Tengah membendung penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak mulai menunjukkan hasil. Hingga Agustus 2026, sekitar 13 ribu ekor sapi telah mendapatkan vaksin PMK dari target 15 ribu ekor.


Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah terus mempercepat vaksinasi untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus menekan risiko penyebaran virus PMK. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak Sulteng, Dandy Alfita, mengatakan vaksinasi menyasar 13 kabupaten/kota.

Pemerintah terutama memprioritaskan wilayah yang sebelumnya pernah menemukan kasus PMK. Strategi tersebut bertujuan membangun kekebalan ternak sehat di daerah yang memiliki risiko penularan lebih tinggi.

“Sebagai upaya pengendalian kasus PMK yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, kami menggencarkan vaksinasi sehingga saat ini kasus PMK sudah melandai,” kata Dandy di Palu, Selasa (11/8/2026).


Kasus PMK mulai turun

Vaksinasi menjadi salah satu senjata utama pemerintah dalam menghadapi ancaman PMK. Pemberian vaksin membantu meningkatkan kekebalan tubuh ternak terhadap virus penyebab penyakit tersebut.

Hasilnya mulai terlihat. Dandy menyebut jumlah kasus PMK di Sulawesi Tengah kini mengalami penurunan dan cenderung melandai setelah pemerintah memperkuat langkah pencegahan melalui vaksinasi.

Namun, pemerintah tidak ingin lengah. Vaksinasi tetap berlanjut untuk memperluas perlindungan terhadap populasi ternak di daerah tersebut.

Peternak juga perlu memberikan vaksin penguat atau booster enam bulan setelah vaksinasi sebelumnya. Langkah itu penting untuk mempertahankan kekebalan ternak.

Target 15 ribu sapi

Dari target vaksinasi sebanyak 15 ribu ekor sapi sepanjang 2026, sekitar 13 ribu ekor sudah menerima vaksin.

Artinya, program vaksinasi telah mencakup sebagian besar target yang pemerintah tetapkan. Pemprov Sulteng terus mendorong percepatan vaksinasi agar perlindungan terhadap ternak semakin luas.

Di lokasi yang pernah mengalami kasus PMK, pemerintah memprioritaskan ternak sehat untuk mendapatkan vaksin.

“Di lokasi-lokasi yang pernah ada kasus, kita upayakan ternak-ternak sehat yang di situ bisa kita lakukan vaksinasi,” ujar Dandy.

Minta peternak jangan lengah

Melansir Antara News, meski kasus mulai melandai, peternak tetap harus memperketat pencegahan. Pemerintah mengingatkan peternak menjaga kesehatan dan daya tahan ternak melalui pemberian pakan yang cukup dan berkualitas.

Pengawasan lalu lintas ternak juga menjadi perhatian. Tidak boleh mencampurkan langsung ternak baru yang masuk ke kandang dengan ternak lama. Peternak perlu mengisolasi ternak baru terlebih dahulu sebelum menggabungkannya dengan ternak lainnya. Cara tersebut dapat membantu mencegah potensi penularan PMK.

Selain itu, peternak harus memastikan ternaknya telah mendapatkan vaksinasi. Perlu juga menjaga kebersihan kandang dan peralatan secara rutin.

13 Ribu sapi sudah terlindungi, perburuan target berlanjut

Capaian vaksinasi 13 ribu ekor sapi yang telah menjadi modal penting bagi Sulteng untuk mengendalikan PMK. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan target 15 ribu ekor. Perlindungan ternak harus terus diperkuat agar penurunan kasus PMK dapat dipertahankan.

Vaksinasi terus dikebut, peternak diminta disiplin, dan Sulteng kini memburu target perlindungan 15 ribu ekor sapi dari ancaman PMK. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan